Komposisi Bobot Ideal, Bekal Kemenangan Xpander AP4 | dapurpacu.id

Komposisi Bobot Ideal, Bekal Kemenangan Xpander AP4

Mitsubishi Xpander AP4 saat melakukan uji coba di Sirkuit Tembong Jaya, Serang, Banten.

DAPURPACU – Keberhasilan Rifat Sungkar dan M. Redwan yang mampu memboyong Mitsubishi Xpander AP4 ke tangga teratas ajang Fortuna Nusantara Tropical Rally 2021, memang langsung mendapat acungan jempol para pesaing.

Bagaimana tidak, bermodalkan mobil jenis MPV namun sarat dengan DNA SUV khas pabrikan tiga berlian asal Jepang itu, berhasil menjuarai ajang reli nasional perdana pada tahun ini.

Bukan tidak mungkin, di ajang-ajang serupa yang telah diagendakan oleh Ikatan Motor Indonesia sepanjang 2021, bakal direbut oleh besutan Xpander Rally Team tersebut.

Bukan sesumbar belaka memang jika target juara di tiap kelas M1 yang diikuti oleh Xpander AP4. Berawal dari pengujian perdana di New Zealand oleh tim Ralliart Selandia Baru, mampu mengubah rancang bangun mobil ini sehingga mumpuni.

Sejatinya, Rifat sudah menemukan keunggulan dari Xpander sejak kali pertama menjajalnya di pusat riset Mitsubishi di Okazaki, Jepang, pada 2017 silam.

Baca juga:  Angka Pemesanan Mitsubishi Lebihi Target di IIMS 2021

“Dengan menerapkan filosofi rancang bangun kaki-kaki yang mirip dengan sedan legendaris, Mitsubishi Evolution, handling-nya mantap meski wheelbase sesuai segmentasinya yaitu kendaraan penumpang,” imbuh Rifat.

Faktor lain yang menjadi daya tarik mobil reli berbasiskan Xpander Cross ini yaitu bobotnya yang dapat ‘dipangkas’ sehingga memenuhi regulasi mobil reli di kategori AP4.

Berat kotor Xpander yang mencapai 1.780 kg berhasil diubah menjadi 1.230 kg sampai 1.300 kg sesuai regulasi AP4 dengan mesin 1.600 cc turbo dan 1.800 cc turbo.

Tak kalah penting adalah pengembangan bodi kit untuk handling, dan ubahan weight balance (keseimbangan berat). Sebab besutan Rifat ini berbasiskan mobil penumpang.

“Pada dunia motorsport, menghemat berat adalah segalanya. Makin ringan bobot mobil makin bagus handling-nya,” ucap Rifat di kanal YouTube resminya.

Untuk mendapatkan bobot sesuai regulasi, Rifat harus melepas hampir seluruh perangkat standar Xpander Cross dan menambahkan beberapa peranti penunjang handling serta dinamika berkendaranya.

Baca juga:  Angka Pemesanan Mitsubishi Lebihi Target di IIMS 2021

Penggunaan plexiglass untuk mengganti seluruh kaca jendela berhasil mengurangi bobot mobil hingga 8 kg dari versi standar. Tak hanya itu, material karbon juga dipasang seperti pada doortrim.

Selain itu, bagian over-fender belakang dibuat lebih tipis dengan tambahan pelindung guna menyiasati perubahan travel suspension. Fender belakang dirancang menyatu dengan bumper, sehingga posisi knalpot berada di tengah bumper belakang.

Rifat merancang dua jenis wing belakang sesuai kebutuhan saat berlaga. Pertama adalah tipe besar untuk kebutuhan high speed, sedangkan tipe yang lebih kecil tersedia untuk trek balap yang berkelok-kelok.

Atas dasar kejelian Rifat dan tim Ralliart Selandia Baru, Xpander AP4 mampu menyumbangkan prestasi pertama di ajang reli nasional pada akhir pekan lalu itu.

Istimewanya, racikan jitu ini mampu menorehkan gap waktu cukup jauh dari pesaingnya hingga 11 detik, dengan total dengan catatan waktu 10 menit 8,2 detik.

Baca juga:  Angka Pemesanan Mitsubishi Lebihi Target di IIMS 2021

“Alhamdulillah kami dapat menutup lomba dengan juara mengandalkan Xpander AP4. Even ini terbilang istimewa, lokasi balap yang bagus, di pinggir pantai dan menghadirkan suasana berbeda dari balapan-balapan sebelumnya,” jelas Rifat.

Pencapaian ini pun diapresiasi oleh President Director PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia, Naoya Nakamura, yang menurutnya hasil ini menjadi salah satu bukti ketangguhan Xpander di berbagai medan.

“Ini membuktikan beragam keunggulan Xpander, yang tak hanya dapat menjawab kebutuhan dan keinginan masyarakat Indonesia sebagai mobil keluarga, juga juara di kompetisi motor sport,” tandas Nakamura. [dp/MTH]