DAPURPACU – Gelora E memang menjadi ‘bumbu’ utama di booth pabrikan mobil asal Tiongkok tersebut selama pameran IIMS Hybrid 2021 berlangsung, menemani lini model DFSK lainnya.
PT Sokonindo Automobile selaku pemegang merek Dongfeng Sokon (DFSK) di Tanah Air ini tergolong unik untuk tidak memboyong kendaraan penumpang baru ke lantai pameran.
Justru mereka langsung meluncurkan banderol resmi dari kendaraan niaga bermesin listrik pertama di Indonesia, yang sebelumnya telah memulai debutnya di GIICOMVEC 2020.

Direncanakan unit-unit yang terpesan oleh pengunjung selama pameran dijadwalkan bakal diterima paling lambat pada Agustus 2021 mendatang.
Sales & Marketing Director PT Sokonindo Automobile, Rifin Tanuwijaya mengakui dengan hadirnya Gelora E sebagai bagian dari dukungan DFSk untuk berperan aktif dalam perkembangan ekonomi di Indonesia.
“Khususnya untuk sektor komersil, dengan dukungan dari produk baru niaga kami yaitu Gelora E,” sebut Rifin, disela temu media beberapa waktu lalu.

“Kendaraan ini dirancang untuk memberikan kemudahan dan solusi mobilitas untuk berbagai sektor usaha, hemat energi, dan pastinya ramah lingkungan,” tambahnya.
Untuk konsumen yang dibidik, DFSK menargetkan dengan dua varian yang dihadirkan yakni minibus dan blind van dengan pebisnis yang berbeda sesuai kemampuan masing-masing kendaraan.
Model minibus misalnya menawarkan kapasitas penumpang hingga 7 orang. Model ini sangat cocok digunakan sebagai kendaraan angkutan umum, travel, kendaraan shuttle, antar jemput karyawan, hingga mendukung sektor pariwisata.

Sedangkan untuk varian blind van, dapat diandalkan sebagai moda kargo maupun logistik, usaha katering, angkutan barang dan berbagai bisnis lainnya. Berkat dimensi panjang hingga 2,63 cm, komposisi ini mampu menampung ragam barang untuk sekali angkut.
Penunjang keunggulan-keunggulan tersebut, Gelora E dilengkapi baterai dan motor listrik dengan kemampuan jelajah diklaim sejauh 300 km (berdasarkan NEDC/New European Driving Cycle).
Sedangkan untuk pengisian baterainya, berkat adanya fitur fast charging pengisian dari 20-80 persen cukup 80 menit, sedangkan untuk 0-100 persen hanya butuh waktu 2,5 jam pengisian. [dp/MTH]

