Tingkatkan Kemampuan Akademisi, TMMIN Jalin Kerja Sama Dengan UNDIP | dapurpacu.id

Tingkatkan Kemampuan Akademisi, TMMIN Jalin Kerja Sama Dengan UNDIP


DAPURPACU – PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) dan Universitas Diponegoro (UNDIP) melakukan penandatanganan MoU, dalam kerjasama Pengembangan Program ‘Sinergi Perguruan Tinggi dan Industri’.

Dalam penandatanganan yang terdiri dari Tri Dharma Pendidikan Tinggi yaitu Pendidikan, Penelitian, dan Kontribusi Sosial ini diharapkan dapat menguatkan kontribusi Perguruan Tinggi sebagai pusat penelitian dan pengembangan teknologi.

Kolaborasi ini akan berfokus untuk meningkatkan kapabilitas dan kualitas mahasiswa melalui eskalasi kurikulum pendidikan tinggi dan memberikan kesempatan magang di lini produksi maupun bidang yang sesuai.

Transfer ilmu pengetahuan juga diberikan melalui pelatihan industri dan pemaparan wawasan otomotif terkini melalui Toyota Manufacturing Concept.

Dengan mengusung konsep safety, environment, technology dan manajemen industri diyakini dapat meningkatkan pengetahuan serta pengalaman dengan cepat.

Menurut Warih Andang Tjahjono Presiden Direktur TMMIN, sinergi elemen pendidikan dan pelaku Industri melalui Program Sinergi Perguruan Tinggi dan Industri diharapkan dapat mendukung Transformasi Perguruan Tinggi.

“Tujuannya, mencetak lebih banyak lulusan ahli yang cepat beradaptasi dan inovatif dalam menghadapi kompetisi era industri 4.0, ‘Green Economy’, hingga elektrifikasi yang menjadi tantangan di masa depan,” jelasnya.

Kolaborasi ini juga akan menghadirkan konsep pengembangan ‘Integrated Laboratorium’ merupakan Laboratorium Terpusat, yang memfasilitasi seluruh siswa dengan beragam latar belakang multi disiplin jurusan teknik di bawah naungan Fakultas Teknik UNDIP.

Sehingga dapat mencetuskan inovasi teknologi dengan melibatkan pembelajaran dan penelitian siswa dengan implementasi bermacam latar belakang ilmu teknik dan terpusat pada 1 laboratorium saja.

Bob Azam Direktur Corporate Affairs TMMIN menuturkan, pada 2030, Indonesia diperkirakan akan menghadapi kondisi tingginya permintaan dunia kerja namun ketersediaan SDM mumpuni jumlahnya tidak dapat memenuhi.

Potensi ekonomi yang begitu besar tidak dapat diimbangi dengan kurangnya porsi tenaga kerja yang sesuai spesifikasi yaitu SDM terampil dan berpengetahuan serta tanggap dengan teknologi dan digitalisasi.

“Tidak hanya mensyaratkan nilai prestasi akademik di atas rata-rata, namun industri juga membutuhkan terobosan dan inovasi dari akademisi yang memiliki pemahaman mendalam mengenai industri agar dapat menjawab tantangan efisiensi industri di era kompetisi,” tuturnya.

“Kami harap kerja sama ini menghadirkan SDM industri yang mumpuni yang mampu mendukung industri Indonesia menjadi lebih efisien dan kompetitif,” pungkasnya.

Kolaborasi Dengan Banyak Perguruan Tinggi

Sebelumnya, TMMIN telah bekerja sama dengan 10 universitas dalam pengembangan kurikulum ‘Lean Manufacturing’ dan donasi beragam alat praktik sejak 2017 – 2020.

Ke 10 universitas itu diantaranya UI, UGM, UNDIP, ITS, ITB, UNS, UNSYIAH, UNHAS, UDAYANA, dan UNSADA. Adapun alat praktik tersebut yakni kendaraan dan mesin.

Laboratorium Lean Manufacturing adalah wujud transfer teknologi yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan SDM. [dp/MTH]