Sebegini Dampak Buruk Kebiasaan Merokok di Mobil | dapurpacu.id

Sebegini Dampak Buruk Kebiasaan Merokok di Mobil


DAPURPACU – Merokok di dalam mobil bisa menjadi pengusir ‘terampuh’ rasa kantuk maupun bosan saat menemui kemacetan. Bagi sebagian orang kebiasaan ini sulit untuk dihindari.

Namun dibalik itu ada hal buruk yang siap menanti bila kebiasaan buruk tersebut terus dilakukan. Tidak hanya berakibat buruk untuk Anda dan penumpang, juga kondisi di kabin mobil.

Selain faktor kebersihan kabin yang berakibat dapat terganggunya kesehatan, keselamatan berkendara di jalan baik Anda maupun pengguna kendaraan lain juga menjadi taruhannya.

Berikut adalah berbagai alasan mengapa merokok di dalam mobil bisa mengakibatkan masalah ke depannya.

Mengganggu Konsentrasi Pengemudi dan Pengguna Jalan Lain
Tidak semua pengendara mobil akan terjaga baik konsentrasinya kala merokok, terlebih dalam kondisi mobil berjalan. Anda akan terganggu konsentrasinya karena harus memperhatikan rokok yang terselip di jari.

Terlebih saat membuang abu atau puntung rokoknya. Belum lagi embusan asap yang dikeluarkan ketika merokok akan mengganggu pandangan di dalam mobil.

Meski hanya sejenak, teralihnya perhatian pengemudi dapat membahayakan keselamatan diri sendiri bahkan penumpang yang berada dalam mobil itu.

Baca juga:  Auto2000 Digiroom Raih Digital Marketing Champion 2021

Selain itu, bekas abu rokok yang dibuang keluar atau tertiup angin juga membahayakan pengguna jalan lain, apalagi kalau masih ada bara apinya.

Meninggalkan Bau Tidak Sedap di Dalam Mobil
Perlu diketahui, asap rokok akan bertahan dan menempel di berbagai sudut kabin mobil, terutama area kokpit seperti dasbor, setir dan panel pintu depan.

Aroma tidak sedap khas nikotin bakal terus menempel dan akan sangat sulit dihilangkan sampai kapanpun. Cobalah perhatikan atap kabin mobil, jika ada bercak kuning berarti pemiliknya gemar merokok di dalam mobil.

Jelas hal itu tidak hanya mengganggu namun juga membuat kabin tidak nyaman, terutama bagi anak kecil dan orang lanjut usia.

Membuat Kotor Sistem Sirkulasi AC
Jangan lupa, asap rokok memiliki potensi masuk ke dalam sistem sirkulasi AC dan mengendap sehingga udara dari AC mobil akan bercampur dengan nikotin yang membahayakan.

Asap rokok membuat kebersihan dan kenyamanan di kabin terganggu.

Selain itu, asap rokok juga akan menempel pada filter bahkan menempel pada Evaporator AC yang dapat membuat bau tidak hilang walaupun sudah dilakukan penggantian filter kabin.

Aroma tidak sedap dari bekas asap rokok akan terus ikut bersirkulasi waktu AC dinyalakan sehingga berpotensi mengganggu kesehatan.

Baca juga:  Begini Cara Hemat BBM Menyetir Toyota Avanza ala Auto2000

Mobil Berpotensi Sulit untuk Dijual
Efek panjang inilah yang berakibat buruk saat Anda ingin menjual mobil tersebut. Calon pemilik mobil pasti tidak ingin membeli mobil bekas yang tercium aroma rokok.

Dengan adanya bercak nikotin di dalam mobil cukup mengindikasikan pemilik sebelumnya perokok atau malas menjaga kebersihan mobil. Ini jadi ‘PR’ besar tentunya.

Kalaupun harus diperbaiki, butuh biaya besar untuk mengembalikan kebersihan kabin mobil dari aroma rokok. Itupun tidak ada jaminan bau khas dan menyengat itu dapat sepenuhnya hilang dari dalam mobil.

Solusi Menjaga Kebersihan Kabin Mobil
Tak ada solusi lebih bijaksana selain Anda untuk tidak merokok di dalam mobil. Selain untuk menjaga kesehatan, upaya ini dapat mencegah kabin dari kontaminasi asap racun sisa rokok.

Termasuk diantaranya abu, bara api, puntung rokok, dan noda bekas rokok yang akan membuat kabin kotor dan tidak nyaman untuk ditempati.

Apalagi jika Anda kerap mengajak anak-anak atau kaum lansia naik kendaraan bersama untuk berlibur. Meski begitu, kotoran lain tetap akan masuk ke dalam kabin mobil sehingga butuh langkah perawatan.

Baca juga:  Sebegini Pentingnya Perawatan Mobil di Bengkel Resmi

Cara termudahnya dengan membersihkan interior seminggu sekali sekaligus mencuci seluruh mobil. Pastikan kabin bersih dan kering sempurna sehingga tidak meninggalkan jejak kotoran dan bau tidak sedap.

Kemudian kurangi frekuensi buka-tutup kaca dan pintu mobil kalau tidak dibutuhkan. Hal tersebut dilakukan untuk mencegah udara kotor masuk ke kabin.

Usahakan pula agar tidak makan dan minum di dalam mobil yang akan membuat kabin kotor dan meninggalkan bau tidak sedap. Hati-hati dengan kotoran yang terbawa masuk oleh alas kaki atau pakaian penumpang.

Pastikan sistem sirkulasi AC mobil dalam kondisi prima dengan memeriksa filter kabin untuk menjaga udara yang diembuskannya agar selalu bersih dan memberikan rasa nyaman.

“Banyak dampak kerugian yang akan dirasakan jika merokok di dalam mobil,” kata Nur Imansyah Tara, Aftersales Division Head Auto2000, dalam keterangan tertulisnya.

“Oleh karenanya, hindari merokok di dalam mobil dan jaga kondisi kabin agar selalu bersih dan rapi sehingga nyaman saat digunakan,” pungkasnya. [dp/MTH]