Pemerintah 'Tunjuk' Genesis G80 Jadi Tunggangan KTT G20 Bali | dapurpacu.id

Pemerintah ‘Tunjuk’ Genesis G80 Jadi Tunggangan KTT G20 Bali


DAPURPACU – Hyundai Motor Group resmi mendapuk mobil listrik Genesis G80 (Electrified G80) sebagai tunggangan khusus (VIP) para petinggi negara pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 Bali.

Konferensi ini sendiri dijadwalkan dilaksanakan mulai 1 Desember 2021 hingga kuartal keempat 2022, dengan mengusung tema ‘Recover Together, Recover Stronger’.

Informasi ini disampaikan langsung oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dalam sebuah kegiatan pameran bertajuk ‘The Future EV Ecosystem for Indonesia’.

“Penunjukkan ini sebuah kehormatan bagi kami untuk dapat menghadirkan Electrified G80 di KTT G20 Bali 2022,” kata Jay Chang, Global Head of the Genesis Brand.

Chang mengklaim bahwa Genesis telah sepenuhnya siap untuk menjadi mobil resmi para petinggi negara, sekaligus demi kelancaran konferensi tingkat dunia tersebut.

Genesis adalah merek otomotif mewah dari Hyundai Motor Group yang memberikan standar tertinggi dalam hal performa, desain, keamanan, dan inovasi, serta di saat bersamaan terus mendorong masa depan berkelanjutan.

Baca juga:  Indonesia Berpotensi Besar Jadi Pemain Global Industri Kendaraan Listrik

Saat ini, merek premium Hyundai ini terdiri dari G90, G80, G70, GV60, GV70, dan GV80. Genesis menargetkan merajai segmen elektrifikasi yang berfokus pada dua strategi, yaitu sel bahan bakar dan kendaraan listrik berbasis baterai.

Kedua strategi itu telah diwujudkan oleh Genesis dengan menghadirkan model G80 dan GV60. Selain itu, Genesis juga berkomitmen 100% bebas emisi pada 2030 dan menargetkan netralitas karbon di 2035.

Sebagai informasi, Electrified G80 dibekali desain menarik dengan grille aerodinamis berbentuk pola G-Matrix terbalik khas Genesis.

Pada interior, Genesis menyajikan konsep ‘Beauty of White Space’ dengan material ramah lingkungan di seluruh bagian interior, sehingga memancarkan nilai berkelanjutan yang ingin direalisasikan oleh Genesis.

Seperti diketahui, kendaraan listrik berbasis baterai atau battery electric vehicle (BEV) merupakan salah satu kategori yang tengah dipacu pengembangannya.

Pemerintah Indonesia dalam jangka menengah atau lima tahun mendatang, menargetkan 20% dari total produksi mobil di Indonesia masuk dalam kendaraan ramah lingkungan.

Baca juga:  Indonesia Berpotensi Besar Jadi Pemain Global Industri Kendaraan Listrik

Sedangkan untuk jangka panjang, berdasarkan Net Zero Emission Roadmap 2021 – 2060, Pemerintah ingin mendorong ekosistem kendaraan listrik dan akan menghentikan penjualan kendaraan konvensional jenis sepeda motor pada 2040 dan mobil di 2050.

Bagi Hyundai Motors Indonesia, yang telah memasarkan Ioniq Electric dan Kona Electric, penerimaan pasar cukup positif untuk keduanya.

Per September 2021, penjualan keduanya telah mencapai 473 unit atau menguasai 90% pangsa pasar segmen kendaraan listrik berbasis baterai. [dp/MTH]