DAPURPACU – PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) memberikan apresiasi keselamatan berkendara kepada para partner bisnis yang terdiri dari Astra Agro Lestari, Petronesia Benimel, dan SiCepat Express.
Bambang Satrio Wicaksono, Sales Support & Supply Demand Division Head PT Astra International Tbk – Isuzu Sales Operation menjelaskan, saat ini, kendaraan niaga masih menjadi kontributor terbesar kecelakaan di Indonesia.
“Hal itu disebabkan oleh faktor internal atau person yang kurang memiliki kemampuan atau kompetensi dalam mengendarai kendaraaan niaga,” ujarnya di booth Isuzu GIIAS 2021, ICE BSD, Rabu (17/11).
Untuk itu, kata dia, melalui penghargaan ini, pihaknya ingin memberikan apresiasi kepada mitra bisnis yang memiliki kontribusi nyata dalam mengurangi angka kecelakaan.
“Kami tidak hanya sekadar memberikan apresiasi, tetapi juga ingin success story yang dilakukan para penerima apresiasi nantinya mampu menjadi inspirasi bagi pihak-pihak lain di luar sana agar nantinya bisa menjadi kesadaran umum,” imbuhnya.

Bambang melanjutkan, kriteria stakeholders yang layak mendapatkan apresiasi ini tentu saja pihak-pihak yang memiliki visi sama dan kontribusi nyata dalam usaha mengurangi angka kecelakaan khususnya pada kendaraan niaga, seperti misalnya mengadakan training keselamatan berkendara secara rutin dan aktif.
“Hal ini dikarenakan kecelakaan kendaraan niaga paling besar disebabkan karena kurangnya kemampuan/kompetensi dari para drivernya,” bebernya.
Benny Siagian, Presiden Direktur PT Petronesia Benimel, salah satu penerima penghargaan mengatakan, langkah yang dilakukan perusahaan sudah sangat ketat untuk mengurangi kecelakaan, seperti ceklis setiap pergantian shift, hingga keluhan pengemudi selalu dicatat.
“Jadi kami benar-benar memastikan kalau semuanya aman agar dan tidak terjadi kecelakaan di jalan ketika para pengemudi bertugas,” kata Benny di tempat yang sama
Sementara itu, Suryadi Chendikiawan, Fleet Manager SiCepat Express mengatakan, perusahaan ekspedisi yang kerja 360 hari workshop, bukan cuma mesin, tapi man behind the wheel juga.
“Kami sudah melakukan training internal, tapi karena kurang, kami menggandeng Isuzu, dari Juni secara online,” ucap Suryadi. [dp/DF]


