DAPURPACU – Momentum mudik lebaran tahun ini sudah usai untuk beberapa orang yang baru saja kembali ke rumahnya masing-masing dari kampung halamannya kemarin.
Menempuh puluhan kilometer perjalanan dengan tingkat kemacetan yang tergolong parah di beberapa titik sebelum keluar dari Ibu kota, sudah pasti dialami para pemudik.
Dampaknya, faktor ‘kelelahan’ pada kendaraan sudah pasti terjadi di beberapa komponen. Tidak salah untuk segera melakukan pengecekan sesampainya di rumah.
“Bagi masyarakat yang menggunakan kendaraan darat pribadi saat mudik kemarin, segera lakukan pengecekan setelah melakukan perjalanan jarak jauh,” kata Benny Fajarai, Co-Founder Lifepal.co.id.
Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan pada kondisi kendaraan pasca mudik lebaran usai.
1. Perhatikan kondisi kopling
Penyakit ini umumnya menimpa mobil bertransmisi manual. Jelas sekali ini merupakan masalah yang sering dialami pemudik. Kopling yang bermasalah umumnya disebabkan karena gaya berkendara si pengguna mobil.
Ketika jalanan macet, terutama di tanjakan, pengguna mobil terkadang malas menarik rem tangan dan menggunakan metode mengemudi setengah kopling dengan transmisi yang berada di gigi satu.

Kebiasaan inilah yang membuat kopling cepat habis. Selain itu, kanvas kopling akan mengalami gesekan dengan berat antara flywheel dan dekrup, atau cover clutch.
2. Pengikisan ban
Perjalanan jarak jauh sudah pasti sedikit banyak mempengaruhi kondisi ban dari keadaan semula. Oleh karena itu, perhatikan bagian ban dengan cermat.
Ketika sudah berkendara dan mengalami kendala keseimbangan, lakukan balancing dan spooring di bengkel resmi atau rekanan. Bila ban kondisinya sudah tipis pertimbangkan untuk segera menggantinya.
Dan jangan lupa untuk mengecek tekanan angin ban secara periodik. Karena apabila ban kekurangan angin, ada potensi kendaraan bisa boros BBM.
3. Pengereman tidak maksimal
Bila saat berkendara mendengar ada suara yang gak wajar muncul saat mengerem, Anda patut waspada. Segera cek bagian kolong mobil dan pastikan minyak rem tidak bocor.
Untuk memastikannya, lakukan pengecekan di bengkel dimana mekanik perlu untuk mengecek level minyak rem mobilmu. Jika berkurang drastis, segera cek bagian selang dan segera lakukan pergantian.

4. Aki soak
Komponen yang berfungsi untuk menyimpan energi listrik mobil ini juga wajib diperiksa. Karena kalau sudah rusak atau soak, mobil bisa mogok mendadak atau tidak bisa di starter.
Buat yang menggunakan aki basah, jaga volume air aki dengan baik. Kerusakan bisa terjadi akibat level air berada di bawah garis lower.
Untuk aki kering, wajib juga diperhatikan secara berkala. Aanda bisa melakukan pengamatan lewat suara mobil ketika di-starter. Apabila suaranya melemah, segera bawa ke bengkel untuk pengecekan lebih lanjut.
5. Kondisi shock breaker
Bocornya shock breaker bisa diakibatkan karena gaya si pengemudi saat melewati jalanan yang rusak, muatan mobil yang kelewat batas, atau penggunaan ban yang sudah gak bagus.
Kehati-hatian merupakan hal yang penting dilakukan ketika mengemudi. Tak ada salahnya untuk mengecek ulang terhadap kondisi shock breaker setelah perjalanan jauh.
“Dengan mewaspadai lima kondisi mobil yang kerap muncul usai mudik serta melakukan pengecekan ekstra, bisa dihindari kerugian yang lebih besar pada kendaraan,” tutup Benny. [dp/MTH]














