DAPURPACUID – Harga yang lebih terjangkau membuat mobil listrik bekas mulai menarik perhatian konsumen. Namun, membeli kendaraan ini tanpa pemeriksaan menyeluruh berpotensi menimbulkan persoalan baru.
Terutama jika terdapat kerusakan komponen yang tidak terlihat dari kondisi fisik kendaraan. Berbeda dari mobil bermesin konvensional, mobil listrik memiliki sejumlah komponen khusus yang perlu dievaluasi sebelum transaksi.
Salah satunya baterai traksi yang berperan sebagai sumber energi utama untuk menggerakkan kendaraan. Kondisi baterai tidak cukup dinilai lewat indikator daya pada dasbor.
Pemeriksaan diagnostik diperlukan guna mengetahui parameter kesehatan baterai atau State of Health (SOH), temperatur, tegangan, serta keseimbangan sel apabila tersedia.
Tanpa evaluasi tersebut, konsumen berisiko mendapatkan kendaraan dengan kemampuan penyimpanan energi yang sudah menurun atau memiliki gangguan pada sistem elektrifikasi. Risiko itu diantaranya:
1. Biaya perbaikan tidak terduga
Gangguan pada baterai, inverter, motor listrik, maupun sistem pendinginan dapat memunculkan kebutuhan perbaikan yang sebelumnya tidak masuk dalam perhitungan anggaran pembelian.

2. Riwayat kendaraan sulit ditelusuri
Catatan servis yang tidak lengkap menyulitkan konsumen mengetahui apakah mobil pernah mengalami kerusakan besar, penggantian komponen, atau perbaikan pada sistem kelistrikan.
3. Potensi bekas banjir dan kecelakaan
Paparan air dan benturan dapat memengaruhi konektor, modul elektronik, hingga struktur kendaraan. Kerusakan tertentu bahkan tidak selalu terlihat melalui pemeriksaan visual biasa.
4. Fitur elektronik dan keselamatan terganggu
Sensor, kamera, modul kontrol, serta perangkat keselamatan lain perlu dipastikan berfungsi dengan normal. Gangguan pada sistem tersebut dapat memengaruhi kenyamanan dan keselamatan berkendara.
CEO Garasi.id, Ardy Alam pun mengingatkan bahwa pemeriksaan kendaraan harus disesuaikan dengan teknologi yang digunakan. Menurutnya, setiap jenis kendaraan memiliki aspek pemeriksaan yang berbeda.

“Pada mobil listrik, kondisi baterai dan sistem penggerak menjadi perhatian penting, sedangkan pada mobil konvensional, kondisi mesin dan komponen mekanis lainnya juga perlu dievaluasi,” imbuhnya.
“Dengan memahami kondisi kendaraan sebelum transaksi, konsumen dapat mempertimbangkan pilihan secara lebih matang dan mengantisipasi kebutuhan perawatan setelah mobil dimiliki,” tandasnya.
Sebagai solusinya, Garasi.id menyediakan layanan inspeksi EV dan Hybrid hingga 200 titik pemeriksaan, meliputi baterai, inverter, motor listrik, sistem pendinginan, hingga port pengisian daya.
Layanan ini dilengkapi perangkat diagnostik yang disesuaikan karakteristik kendaraan dan didukung sistem home service. Konsumen akan menerima laporan hasil pemeriksaan maksimal 1 x 24 jam beserta rekomendasi perawatan.
Garasi.id juga menawarkan promo inspeksi seluruh tipe mobil seharga Rp199.000 pada 4 November – 4 Desember 2026 di wilayah Jabodetabek. Tersedia tambahan potongan Rp25.000 dengan kode ART25.
Dengan melakukan inspeksi sebelum transaksi, konsumen memiliki dasar pertimbangan lebih baik untuk menghindari risiko pengeluaran tambahan setelah mobil dimiliki. [dpid/TH]














