Banyak Potensi Bahaya Di jalan Raya, Begini Cara Mengantisipasinya

DAPURPACU – Potensi bahaya saat berkendara di jalan tetap selalu ada, baik yang diakibatkan oleh pengendara lain maupun dari diri sendiri. Faktor human error diyakini penyebab utamanya.

Meski begitu keselamatan saat berkendara menjadi prioritas paling utama bagi setiap pengendara maupun pengguna jalan lainnya. Untuk itu, setiap pengendara harus bisa memprediksi potensi bahaya yang datang.

Oleh karena itu, pengendara roda dua atau roda empat wajib memahami teknik berkendara yang aman dan nyaman, demi terciptanya kondisi kondusif di jalan.

Promotion Department Head PT Daya Adicipta Motora, Demmy Firmansyah mengatakan, jalan raya merupakan tempat dimana hampir semua kegiatan transportasi dan mobilitas terjadi.

Menurutnya, di jalan semua kendaraan bisa melakukan manuver yang tidak terduga dan bisa berpotensi membahayakan keberadaan pengendara.

“Proses prediksi bahaya di jalan raya merupakan suatu siklus yang terus menerus diulangi saat sedang berkendara,” tutur Demmy, dalam siaran resminya, Senin (12/9).

Baca juga:  Begini Upaya DAM dan Bikers Dukung Potensi Wisata di Jawa Barat

Demmy memaparkan, proses itu dimulai dari melajukan kendaraan yaitu menyesuaikan batas kecepatan dengan peraturan dan dengan kondisi jalan raya tersebut.

Kemudian hal kedua yang dilakukan yaitu melihat kondisi jalan, dengan memperhatikan apakah sedang ramai atau sepi, jalan besar atau jalan kecil, terdapat gang kecil di kiri-kanan-nya atau kondisi-kondisi lain yang bisa menggiring kita pada tahap selanjutnya.

Tahap selanjutnya memprediksi bahaya. Dalam tahap ini pengendara harus melihat potensi yang bisa membahayakan, misal ada penyeberang yang tiba-tiba berlari, pengendara lain di depan yang tiba-tiba mengerem, atau manuver yang bisa membahayakan.

Demmy menambahkan, jika menghadapi suatu bahaya saat berkendara, maka hal yang harus dilakukan adalah mengambil keputusan. Pengambilan keputusan sangatlah penting dalam menentukan keadaan selanjutnya ketika sedang berkendara.

“Sebagai contoh apabila kita menghadapi suatu bahaya dimana seorang wanita yang tiba-tiba menyeberang, maka keputusan yang harus diambil adalah mengerem atau menghindar dari penyebrang tersebut,” tuturnya.

Baca juga:  Begini Upaya DAM dan Bikers Dukung Potensi Wisata di Jawa Barat

Setelah menentukan keputusan yang akan diambil, tahap selanjutnya adalah melakukan pengoperasian dengan tepat agar keputusan yang diambil bisa berjalan sesuai dengan rencana.

Jika keputusan dalam menghadapi suatu bahaya saat berkendara harus mengerem maka pengoperasiannya adalah tutup putaran gas hingga habis, lalu tarik tuas rem depan dan belakang secara bersamaan hingga motor berhenti sebelum penyebrang jalan kaki tersebut.

Setelah itu, pengendara bisa melanjutkan perjalanan dan kembali melihat kondisi jalan raya, serta mengulang tahap-tahap yang sebelumnya dilakukan jika terjadi potensi bahaya saat berkendara.

Proses memprediksi bahaya ini dipengaruhi oleh kondisi kesehatan seseorang, alkohol, emosi, dan pengalamannya selama di jalan raya.

Penting untuk terus melatih potensi bahaya ini, agar bisa tepat dalam mengambil keputusan ketika dihadapkan dengan potensi bahaya yang ada. [dp/MTH]