DAPURPACU – Kondisi lalu lintas yang semakin berangsur normal, membuat kemacetan terus terjadi di jalan. Kemacetan tersebut makin bertambah dengan adanya pembangunan di beberapa titik.
Menghadapi kondisi tersebut, mobil dengan transmisi otomatis (AT) menjadi pilihan yang semakin digemari masyarakat Indonesia, terutama mereka yang berdomisili di kota-kota besar.
Alasannya tidak lain adalah agar nyaman saat harus berkutat dengan kemacetan, tidak perlu lagi menginjak kopling seperti pada mobil manual. Pengemudi tinggal masukkan gigi ke posisi D (Drive) lalu injak pedal gas.
Untuk itu, para pemilik harus rajin-rajin memberikan perawatan ekstra terhadap kendaraan jenis ini guna mengurangi terjadinya kerusakan yang fatal.
Technical Specialist PT Pertamina Lubricants (PTPL), Brahma Putra Mahayana memaparkan, pemilik mobil harus mengenali tanda-tanda jika transmisi matik di mobil mulai bermasalah.
“Mendeteksi gejala kerusakan pada mobil transmisi matik memang lebih rumit dibanding transmisi manual,” jelas Brahma dalam keterangan resminya, Kamis (29/9).

Berikut ini penyakit khas mobil matik yang harus diwaspadai pemilik mobil, paling tidak agar Anda bisa memperbaiki sesegera mungkin sebelum semakin parah.
Pertama, timbulnya sentakan kasar atau bunyi ketika mobil melakukan perpindahan gigi. Atau saat melakukan perpindahan tuas muncul suara kasar pada transmisi.
“Misalnya tiba-tiba saat ingin memindahkan tuas dari P ke D tiba-tiba muncul suara dan getaran, atau bahkan saat tuas transmisi dipindah dari N ke D, atau N ke R,” bebernya.
Oli transmisi pada mobil matik sangat vital karena mobil tak bisa bekerja optimal jika volumenya berkurang. Volume oli harus pas agar bisa berfungsi dengan baik.
Berikutnya adalah timbulnya gejala saat mesin mobil masih dingin transmisi tidak berfungsi atau mobil tidak mau jalan. Sementara saat mesin panas, mobil baru berjalan normal. Penyakit seperti ini sering terjadi pada tahapan lanjut.
Penggantian Rutin Oli Transmisi
Bagi pengguna mobil matik, diharapkan rutin melakukan perawatan dan pengecekan terhadap sistem transmisi, terutama mengganti olinya sesuai dengan anjuran pabrikan.

Jika sudah mulai ada tanda-tanda seperti yang dipaparkan di atas sebelumnya, sebaiknya langsung membawa mobil ke bengkel agar cepat teratasi.
“Jika ditemukan kekurangan pada oli transmisi sebaiknya segera ditambah untuk menghindari terjadinya kerusakan pada sistem transmisi,” jelas Brahma.
Dia menuturkan, sistem transmisi pada mobil matik juga bisa mengalami keausan, imbasnya akan ada partikel misalkan kotoran seperti debu halus hasil keausan komponen.
Lama kelamaan debu tersebut akan bisa mengubah properties dari pelumas itu sendiri, seperti viskositas, warna, dan lain sebagainya.
“Contohnya warna, apabila oli matik menjadi lebih gelap, ada baiknya transmisi matik melakukan flushing atau pengurasan oli secara total,” jelas dia.
Selain itu, penyebab rusaknya oli matik dikarenakan adanya penguapan yang berlebih pada pelumas itu sendiri, yang menghasilkan zat yang kita kenal sebagai varnish.
Jika zat tersebut sudah banyak terkumpul di area tersebut akan dapat mengganggu kinerja dari sistem transmisi matik, terutama pada fitur perpindahan gigi otomatisnya.

Penggantian pelumas ini dilakukan agar sistem transmisi tetap terlumasi dengan baik, karena pelumas juga memiliki masa pakai yang akan berkurang fungsinya seiring waktu pemakaian.
“Ketika melakukan penggantian oli transmisi, gunakanlah oli yang memang direkomendasikan oleh pabrikan mobil,” kata dia.
Selain melihat dari kondisi oli matiknya, juga bisa dengan melakukan perhitungan jarak yang ditempuh dan kondisi lalu lintas yang sering dilewati.
Untuk mobil yang biasa digunakan di kota yang banyak dijumpai macet seperti Jakarta, Brahma menyarankan untuk melakukan flushing atau kuras oli matik di kelipatan 20.000 Km sampai 25.000 Km.
“Untuk flushing ini dibutuhkan oli matik yang lebih banyak, karena oli lama dikuras kemudian dimasukkan oli baru dan kemudian dikuras lagi. Sampai warna oli yang keluar kembali bening lagi, baru terakhir dimasukkan oli matik yang baru,” kata dia.
Pertamina Lubricants sendiri memiliki oli untuk transmisi matik yang dikembangkan untuk mobil bertransmisi otomatis, yang telah disesuaikan dengan suhu dan kondisi di Indonesia.
Pertamina ATF merupakan pelumas transmisi otomatis multifungsi berkualitas tinggi yang diformulasikan dari bahan dasar sintetik dan aditif selektif. Pelumas ini dibanderol dengan harga Rp62.000. [dp/MTH]

