DAPURPACU – Mitsubishi XForce bak ‘anak emas’ terbaru PT Mitsubishi Motor Krama Yudha Sales Indonesi (MMKSI), pasca diluncurkan secara resmi di GIIAS 2023 pada pekan lalu.
‘Lebel’ game changer pun langsung disematkan pada compact SUV yang tersedia dalam dua varian dengan banderol mulai dari Rp379 jutaan on the road (OTR) Jakarta itu.
Bukan tanpa alasan bagi Mitsubishi Motors untuk memberikan lebel tersebut, mengingat beragam amunisi terkini yang tidak terdapat pada para rival yang sudah dipasarkan.
Paling utama adalah disematkannya lagi filosofi desain Dynamic Shield, yang terbilang telah menjadi ‘jiwa’ bagi seluruh lini model Mitsubishi Motors terbaru.
Namun, desain yang dibenamkan pada XForce tersebut telah mengalami pengembangan, khususnya pada tampilan fascia depan. Jadi, memiliki arahan dan karakteristik terkini.
Alessandro Dambrosio, Executive Design Mitsubishi Motors Corporation, menyebutkan sejak dari generasi pertama, desain Dynamic Shield memberikan proteksi dan performa dengan cara yang sempurna.

“Sekarang, selain proteksi dan performa, filosofi desain tersebut berupaya juga menjadi sebuah karya seni. Dynamic shield adalah bagian dari DNA kami,” tegasnya.
Di sisi lain, Alessandro mengakui bahwa sebuah mobil akan mengalami perubahan cepat seiring perkembangan teknologi, yang tentunya mengiringi dari desain itu sendiri.
“Terlebih kawasan Asia sangat berkembang cepat. Saya pikir negara seperti Indonesia dan Malaysia sangat penting buat kami, sehingga bisa mendapat desain yang baru dan lebih segar,” ujarnya kemudian.
Gunakan Platform Xpander
Lebih lanjut, Hiroshi Nagaoka, Executive Vice President MMC mengakui, platform serta mesin yang dibenamkan pada XForce serupa dengan yang diaplikasikan pada Xpander.
Hal itu, Nagaoka menguraikan, karena perusahaan menitik fokuskan pada negara-negara yang kelak akan memasarkan XForce selain di pasar otomotif Indonesia.
“Xpander punya reputasi yang bagus di negara Asia terutama di Indonesia. Jadi tidak perlu diragukan untuk memanfaatkan platform Xpander untuk model selanjutnya,” imbuh dia.

Nagaoka san mengakui, insinyur Mitsubishi Motors perlu waktu untuk melakukan pengembangan di beberapa bagian pada platform tersebut. Meski sektor performa (mesin) dan transmisi CVT sama dengan Xpander.
Hanya saja, papar dia lagi, para mesinnya sangat berbeda terutama pada puncak tercapainya torsi maksimal (rpm), dimana akan sangat berguna bagi pengendara saat melaju di lalu lintas perkotaan.
Dia merinci, perbedaannya ada di CVT yaitu adanya perubahan pattern transmisi agar bisa memberikan driving feeling yang bisa memberikan pengalaman SUV.
Untuk ubahan lainnya, turut dikembangkan sektor suspensi depan dan belakang serta ukuran ban yang lebih besar. Tujuannya, agar kesan kokoh dan tangguh sebuah SUV makin menonjol.
“Jadi hal itu sangat berbeda dengan platform Xpander. Apalagi faktanya platform itu memang sangat bagus jadi tidak banyak yang perlu diubah atau ditingkatkan lagi,” tutup Nagaoka. [dp/TH]

