Raih Sertifikat TKDN, Komitmen Hino Perkuat Industri Lokal

DAPURPACU – Rangkaian produk truk Hino telah mendapatkan Sertifikat Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), dengan nilai penjumlahan TKDN dan Bobot Manfaat Perusaahan (BMP) lebih dari 40 persen.

Dengan nilai ini maka dapat dikatakan kendaraan atau chassis Hino resmi mendapatkan ‘lebel’ produk dalam negeri. Sehingga Hino menjadi yang pertama dan satu-satunya brand kendaraan niaga yang menerima sertifikasi itu.

Sertifikat ini merupakan bentuk komitmen Hino dalam penggunaan komponen buatan dalam negeri yang dipasok oleh lebih dari 150 rekanan lokal dalam memproduksi kendaraan Hino.

Untuk memaparkan pencapaian tersebut, PT Hino Motors Sales Indonesia (HMSI) menggelar diskusi dengan tema ‘Komitmen Hino Indonesia Membangun Negeri dengan Penguatan Industri Lokal’.

Digelar di GIIAS 2023, dalam diskusi ini Hino menggandeng Kementerian Perindustrian Republik Indonesia dan PT Surveyor Indonesia, Jumat (18/8) lalu.

Mahardi Tunggul Wicaksono, Ketua Tim Penerapan P3DN Kementerian Perindustrian mengatakan, penggunaan produk dalam negeri sudah diatur oleh Pasal 86 UU 3 /2014.

Baca juga:  Puluhan Anggota Bismania Serbu Booth Hino di GIICOMVEC 2026

“Di sini Kementerian, Lembaga, Perangkat Daerah, BUMN, BUMD dan lainnya diwajibkan untuk membeli atau menggunakan produk dalam negeri dalam setiap pengadaan barang atau jasanya, guna meningkatkan daya saing industri dalam negeri dan mengurangi ketergantungan terhadap produk luar.”

Di sisi lain, Assesor PT Surveyor Indonesia, Ahmad Dolly Syukur memaparkan, Hino telah menjalani proses sertifikasi yang ketat dilakukan oleh pihaknya.

“Prosesnya melalui verifikasi lapangan dan dokumen, penyusunan laporan telah melalui Panel hasil verifikasi Kemenperin yang lulus untuk penerbitan tanda sah sertifikat TKDN,” imbuhnya.

Total saat ini ada 220 varian kendaraan Hino yang terdaftar di e Catalogue Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP), mulai dari bus besar, bus medium, microbus, bis sekolah, truk sampah, truk tangki, truk penyuluhan, toilet berjalan, hingga truk skylift.

Produk-produk ini turut tampil dengan bodi dari karoseri yang juga memiliki sertifikat TKDN, sehingga semakin memperkuat kolaborasi untuk meningkatkan industri dalam negeri.

Baca juga:  Hino Resmi Luncurkan Bus 4x4 Pertama di GIICOMVEC 2026

Santiko Wardoyo, COO – Director HMSI menuturkan, Hino memiliki pabrik di Indonesia dengan berinvestasi, berlokasi dan berproduksi di Indonesia.

“Ini membuktikan Hino sebagai produsen kendaraan niaga terkemuka di negara ini. Dengan menjadi buatan dalam negeri tentu saja, pelanggan tidak perlu khawatir untuk ketersediaan dan kemudaahan layanan purna jualnya,” pungkasnya.

PT Hino Motors Manufacturing Indonesia telah memiliki nilai 14,1 persen BMP, merupakan nilai penghargaan yang diberikan kepada perusahaan industri yang berinvestasi dan berproduksi di Indonesia.

Adapun 10 tipe produk Hino yang telah mendapatkan sertifikat TKDN yaitu Hino 300 – 115 SD (TKDN + BMP = 54,52%), Hino 300 – 136 MDL (TKDN + BMP = 55.47%), Hino 300 – 136 HD (TKDN + BMP = 54.48%), Hino 300 – 136 HDX (TKDN + BMP = 54.64%) dan Hino 300/Microbus 115 SDB (TKDN + BMP = 55.53%).

Lalu Hino 300/Microbus 115 SDBL (TKDN + BMP = 55.76%), Hino Bus GB 150 MT (TKDN + BMP = 45.90%), Hino Bus GB 150 L AT (TKDN + BMP = 44.35%), Hino 500 FG 260 JJ (TKDN + BMP = 48.85%), serta Hino 500 FM 280 JD dengan nilai TKDN + BMP hingga 47.60%. [dp/TH]

Previous articleDaihatsu Terios Terbaru Bakal Jelajahi Lokasi Eksotik di Rinjani Hingga Halmahera
Next articleChery Omoda 5 EV, ‘Perbekalan’ Mumpuni Sarat Inovasi Terdepan