BAIC Raup 407 SPK di GIIAS 2026, BJ30 HEV Jadi Jawaranya

DAPURPACUID – Ajang GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 memberikan gambaran menarik mengenai arah minat konsumen terhadap lini produk BAIC di Indonesia.

Dari 407 Surat Pemesanan Kendaraan (SPK) yang berhasil dikumpulkan selama pameran, hampir separuhnya ternyata mengarah kepada satu model yakni BAIC BJ30 HEV.

SUV hybrid ini mencatat 201 SPK atau sekitar 49 persen dari total pemesanan. Jumlah itu membuat BJ30 HEV berada cukup jauh di depan produk BAIC lainnya.

Sekaligus menjadi indikator bahwa teknologi hybrid electric vehicle mulai mendapatkan tempat kuat di segmen konsumen yang tetap menginginkan karakter SUV.

Capaian ini semakin menarik karena BAIC sebenarnya membawa produk baru yang berpotensi menjadi pusat perhatian. T1, kendaraan listrik pertama BAIC di Tanah Air ini menjalani debutnya di GIIAS 2026 dan langsung mencatat 139 SPK.

Jika dibanding total pemesanan, kontribusi T1 mencapai sekitar 34 persen. Artinya, kendaraan listrik baru BAIC ini memang mendapat respons besar, tapi belum mampu menggeser BJ30 HEV sebagai produk dengan permintaan tertinggi.

Komposisi tersebut menunjukkan bahwa konsumen tidak serta-merta meninggalkan kendaraan dengan mesin pembakaran ketika pilihan elektrifikasi semakin banyak.

Sebaliknya, sebagian konsumen tampaknya mencari jalan tengah: mendapatkan efisiensi dari teknologi hybrid tanpa harus mengubah kebiasaan pengisian energi seperti pada kendaraan listrik murni.

BJ30 HEV berada tepat di ruang ini. Model ini mempertahankan tampilan dan karakter SUV yang jadi identitas utama BAIC, tapi menawarkan sistem hybrid untuk membantu meningkatkan efisiensi penggunaan bahan bakar.

Bagi konsumen Indonesia, kombinasi ini punya daya tarik tersendiri. Mobil tetap bisa digunakan untuk perjalanan jauh tanpa harus bergantung pada ketersediaan stasiun pengisian daya.

Sementara teknologi elektrifikasi memberi alternatif untuk penggunaan lebih efisien. Capaian 201 SPK juga menunjukkan, teknologi hybrid bukan lagi sekadar fitur tambahan yang menarik perhatian saat pameran.

Ketika hampir setengah dari total pesanan BAIC mengarah kepada satu model hybrid, ada indikasi bahwa konsumen mulai memperhitungkan teknologi elektrifikasi sebagai bagian dari keputusan membeli kendaraan.

Sedangkan kehadiran T1 memberikan cerita berbeda. Sebagai EV pertama BAIC di Indonesia, model ini harus memperkenalkan kategori sekaligus mereknya kepada konsumen.

Respons 139 SPK dalam debut pertamanya di GIIAS menunjukkan rasa penasaran terhadap kendaraan listrik BAIC cukup tinggi. T1 juga mendapat respons positif dari pengunjung yang melakukan test drive.

Beberapa aspek yang menjadi perhatian mencakup desain eksterior dan interior, ruang kabin, respons akselerasi, handling, serta fitur-fitur teknologinya.

Kehadiran fitur Parking Assist dan sejumlah perangkat pendukung untuk kendaraan listrik menjadi bagian yang menarik perhatian bagi calon konsumen.

Dengan lebih dari 500 sesi test drive selama GIIAS 2026, BAIC memiliki kesempatan mempertemukan konsumen secara langsung dengan karakter produknya.

Ini jadi penting, khususnya bagi T1 yang membawa teknologi berbeda dibanding produk bermesin konvensional. Di luar dua model ini, BJ40 membukukan 51 SPK, sedangkan X55 II mencatat 16 unit.

Jumlah pemesanan ini datang di tengah tingginya trafik pengunjung booth. BAIC mencatat hampir 20 ribu orang selama 11 hari pameran. Lebih dari 10 ribu data calon konsumen juga berhasil dihimpun untuk ditindaklanjuti setelah pameran.

Chief Operating Officer BAIC Indonesia, Dhani Yahya menegaskan, dengan antusiasme yang tinggi dapat dilihat BJ30 HEV sudah mulai diterima dengan baik oleh konsumen Indonesia.

Menurutnya ini menunjukkan, DNA BAIC sebagai produsen kendaraan SUV tangguh tetap menjadi daya tariknya. Dipadukan dengan teknologi hybrid yang mampu menjawab kebutuhan konsumen akan kendaraan yang lebih efisien dalam penggunaan bahan bakar.

“Kombinasi antara karakter SUV yang kuat, performa, dan efisiensi inilah yang membuat BAIC BJ30 HEV semakin relevan dengan kebutuhan konsumen Indonesia saat ini,” tandasnya.

Dhani menambahkan, sambutan terhadap T1 juga menjadi salah satu pencapaian membanggakan. T1 berhasil menarik perhatian konsumen melalui kombinasi desain modern, kabin yang lapang, teknologi pintar, serta value for money yang kompetitif.

Bagi BAIC, jumlah SPK yang dicapai tersebut bisa menjadi modal penting untuk mempertahankan momentum setelah GIIAS Tangerang berakhir.

Sebab, keberhasilan sebuah pameran tak hanya diukur dari jumlah SPK yang tercatat di lokasi, juga dari kemampuan mengubah ketertarikan calon pembeli menjadi transaksi setelah acara selesai.

Jaringan diler BAIC akan melanjutkan proses melalui konsultasi produk, test drive, hingga program penjualan. Strategi ini akan dibawa ke rangkaian GIIAS The Series kota berikutnya di Surabaya, Bandung, Semarang, Makassar, dan Bali.

Patut dicermati, kini pilihan teknologi dalam portofolio BAIC Indonesia makin lengkap. Konsumen dapat memilih dengan mesin konvensional, teknologi hybrid, maupun tenaga listrik murni.

Kondisi tersebut membuat BAIC memiliki ruang lebih luas untuk menjangkau konsumen dengan kebutuhan berbeda. Pembeli yang masih mengutamakan karakter SUV konvensional tetap memiliki pilihan.

Sementara yang mulai mencari efisiensi dapat mempertimbangkan BJ30 HEV. Di sisi lain, konsumen yang ingin beralih sepenuhnya ke kendaraan listrik mendapat opsi melalui T1.

“Antusiasme yang kami terima menjadi motivasi besar untuk terus menghadirkan produk dan layanan terbaik bagi pasar Indonesia,” tutup Dhani. [dpid/TH]