DAPURPACUID – Penggunaan sepeda di kawasan perkotaan mulai berkembang dari sekadar aktivitas olahraga. Berbagai kebutuhan masyarakat mampu dipenuhi kendaraan tanpa mesin ini.
Beragam kebutuhan tersebut mulai dari perjalanan jarak dekat, aktivitas harian, hingga kegiatan rekreasi di akhir pekan. Perubahan pola penggunaan ini turut menjadi perhatian United Bike.
Merek sepeda di bawah PT Terang Dunia Internusa (UNTD) ini melihat kebutuhan masyarakat terhadap sepeda semakin beragam seiring perkembangan aktivitas dan mobilitas di kawasan urban.
United Bike sendiri telah berkiprah selama lebih dari 30 tahun di industri sepeda Indonesia. Dalam perkembangannya menyediakan sejumlah kategori produk yang ditujukan untuk karakter dan kebutuhan pengguna berbeda.
Pilihannya yaitu City Bike, Folding Bike, Mountain Bike (MTB), Road Bike, BMX, Kids Bike, hingga model Electric Bike. Masing-masing kategori punya karakter penggunaan berbeda, sehingga konsumen dapat menyesuaikannya dengan aktivitas yang dilakukan.
Untuk kebutuhan perkotaan misalnya, City Bike dapat digunakan perjalanan sehari-hari, sedangkan Folding Bike menawarkan kepraktisan dengan dimensi lebih ringkas.
Sementara itu, model MTB dan Road Bike lebih membidik masyarakat untuk kebutuhan baik olahraga maupun aktivitas rekreasi.

Direktur UNTD, Andrew Mulyadi menyebut, perubahan aktivitas masyarakat menjadi peluang bagi industri sepeda memperluas kembali penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam keterangan tertulisnya, Andrew menuturkan bahwa sepeda kini memiliki ruang penggunaan yang lebih luas dibandingkan sekadar sebagai sarana olahraga.
“Melainkan bagaimana sepeda bisa menjadi bagian dari rutinitas sehari-hari, termasuk untuk perjalanan jarak dekat maupun aktivitas akhir pekan,” imbuhnya.
Andrew memaparkan, semakin beragamnya kebutuhan pengguna juga menjadi tantangan bagi industri sepeda menghadirkan produk yang tepat. Karena itu, United Bike terus mengembangkan pilihan produk dengan mempertimbangkan kebutuhan pengguna berbeda-beda.
“Karena itu, kami menghadirkan pilihan produk dengan karakter yang berbeda, sehingga masyarakat dapat memilih sepeda sesuai aktivitas, kebutuhan mobilitas, dan gaya hidup mereka,” tambahnya.
Pilihannya Semakin Beragam
Perkembangan kebutuhan konsumen membuat pertimbangan ketika memilih sepeda juga ikut berubah. Faktor kenyamanan, desain, kepraktisan, performa, hingga kesesuaian dengan aktivitas menjadi bagian yang diperhatikan sebelum membeli.
Kondisi ini membuat produsen perlu menawarkan produk dengan karakter yang lebih beragam. United Bike mengembangkan lini produknya untuk menjangkau pengguna dengan kebutuhan yang berbeda.

Selain produk, perusahaan juga menilai pengembangan ekosistem bersepeda di Tanah Air memiliki peran dalam meningkatkan penggunaan sepeda di masyarakat.
Aktivitas komunitas dan berbagai kegiatan bersepeda menjadi salah satu cara untuk mempertemukan pengguna sekaligus memperluas pengalaman menggunakan sepeda.
Bagi masyarakat perkotaan, sepeda memiliki keunggulan dari sisi fleksibilitas untuk perjalanan dengan jarak tertentu. Pengguna juga dapat memilih jenisnya berdasarkan kebutuhan, sehingga tidak semua aktivitas harus menggunakan model yang sama.
Andrew pun menilai semakin luasnya fungsi sepeda dapat membuka peluang bagi kendaraan tersebut untuk kembali menjadi bagian dari rutinitas masyarakat.
“Sepeda dapat menjadi bagian gaya hidup dan mobilitas harian. Semakin banyak masyarakat menggunakannya, semakin besar peluang terbentuknya kebiasaan hidup yang lebih aktif,” tandasnya.
Dengan pengalaman lebih dari tiga dekade di Indonesia, United Bike menyatakan akan terus mengembangkan produk serta inovasi yang menyesuaikan kebutuhan pengguna.
Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya perusahaan memperluas penggunaan sepeda, baik untuk mobilitas maupun aktivitas lainnya. [dpid/TH]















