Pangandaran Makin Hijau, Suzuki Tanam 1.500 Bibit Mangrove

DAPURPACUID – PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) bersama Pandu Laut Nusantara dan Susi Air menggelar The Indonesian Coastal Greenbelt Project di kawasan Pelabuhan Cikidang, Pangandaran.

Mengusung tajuk ‘Menjaga Pesisir, Menjaga Masa Depan’, program ini ditujukan untuk menjaga kawasan pesisir di kawasan itu, terutama di wilayah yang menjadi pusat aktivitas masyarakat dan perikanan.

Langkah tersebut diwujudkan melalui aksi penghijauan pesisir di Pangandaran, dengan melakukan penanaman 1.500 bibit mangrove jenis Rhizophora di sana.

Kegiatan ini melibatkan sekitar 75 orang. Pesertanya berasal dari berbagai unsur, mulai dari perwakilan Suzuki dan Pandu Laut Nusantara, nelayan setempat, komunitas, hingga institusi pendidikan.

Keterlibatan masyarakat menjadi salah satu bagian penting, karena pelestarian lingkungan membutuhkan perawatan berkelanjutan setelah proses penanaman selesai.

Pelabuhan Cikidang dipilih bukan tanpa alasan. Kawasan tersebut memiliki keterkaitan erat dengan kegiatan masyarakat pesisir, khususnya aktivitas perikanan.

Di sisi lain, pesisir selatan Jawa juga memiliki ekosistem laut yang perlu dijaga keberadaannya. Penanaman mangrove ini diharapkan membantu mempertahankan fungsi kawasan pesisir.

Sekaligus menjadi bagian dari upaya menghadapi ancaman abrasi. Mangrove juga memiliki peran penting sebagai habitat berbagai organisme yang hidup di kawasan pesisir.

Strategic Planning Department Head PT SIS, Joshi Prasetya mengatakan bahwa kegiatan ini tidak hanya ditujukan untuk menambah jumlah tanaman mangrove.

Joshi menambahkan, melalui The Indonesian Coastal Greenbelt Project, Suzuki ingin mendorong kesadaran mengenai pentingnya menjaga ekosistem di area pesisir.

“Kegiatan ini tak hanya berfokus pada penanaman mangrove, juga melibatkan masyarakat agar dapat memahami manfaat mangrove bagi keberlangsungan lingkungan dan aktivitas masyarakat di kawasan pesisir,” imbuhnya.

Belajar dari Pengalaman Masyarakat Lokal

Sebelum menanam, peserta mendapatkan pembekalan mengenai pentingnya mangrove dan teknik penanamannya. Materinya mencakup proses penanaman hingga sejumlah hal yang perlu diperhatikan agar bibit memiliki peluang tumbuh dengan baik.

Pengetahuan ini dipaparkan lewat sesi Success Story Mangrove Conservation bersama Sugito, Ketua Rukun Nelayan (RN) Dusun Bojongsalawe, Desa Karangjaladri, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran.

Dia membagikan pengalaman membangun dan mempertahankan kawasan konservasi mangrove di daerahnya. Pengalaman ini menunjukkan, keberhasilan konservasi tidak berhenti ketika bibit sudah ditanam.

Melainkan juga membutuhkan keterlibatan masyarakat untuk menjaga kawasan secara konsisten. Setelah sesi edukasi, peserta kemudian melakukan penanaman bersama.

Sebanyak 1.500 bibit Rhizophora dibenamkan di kawasan Pelabuhan Cikidang sebagai bagian dari kelanjutan program penghijauan pesisir yang telah berjalan sebelumnya.

Kolaborasi Suzuki dan Pandu Laut Nusantara dalam kegiatan pelestarian pesisir Pangandaran bukan kali pertama dilakukan. Program ini telah dimulai sejak 2024 dan terus dikembangkan melalui sejumlah kegiatan penanaman mangrove.

Chief of Operation PT ASI Pudjiastuti Aviation, Melinasary Amini menjelaskan, rangkaian kegiatan sebelumnya telah menghasilkan penanaman ribuan mangrove di sejumlah kawasan Pangandaran.

Dia memaparkan, sejak 2024 hingga kini, pihaknya telah menanam 10.000 mangrove, terdiri dari 7.000 bakau pasir di Susi International Beach Strip dan 3.000 Rhizophora di Pantai Madasari.

Di tahun ini, melalui Proyek Sabuk Hijau Pesisir Indonesia, Susi Air kembali melanjutkan upaya ini dengan penanaman 1.500 mangrove Rhizophora di kawasan Pelabuhan Cikidang.

“Mari kita turun bersama, menanam, merawat, dan memastikan apa yang kita mulai hari ini benar-benar tumbuh menjadi sesuatu yang bermanfaat,” pungkasnya.

Kehadiran Pandu Laut Nusantara juga memperkuat kolaborasi menjaga kawasan laut dan pesisir. Organisasi non-pemerintah ini memang memiliki fokus pada isu pelestarian laut serta ekosistem pesisir.

Bagi Suzuki, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas kepedulian terhadap lingkungan melalui aksi yang melibatkan masyarakat secara langsung.

Dengan keterlibatan nelayan, komunitas, institusi pendidikan, dan masyarakat sekitar, keberlanjutan kawasan mangrove diharapkan tak hanya menjadi tanggung jawab satu pihak.

Perawatan dan kepedulian bersama menjadi kunci agar bibit yang ditanam dapat tumbuh dan memberikan manfaat bagi lingkungan serta masyarakat pesisir di masa mendatang. [dpid/TH]