Aki Motor Injeksi Gampang Tekor? Stop Tiga Kebiasaan ini!

DAPURPACUID – Aki menjadi salah satu komponen penting pada sepeda motor modern, terutama motor berteknologi injeksi PGM-FI, yang dipasangkan di sejumlah lini model Honda.

Pasalnya, sistem kelistrikan dibutuhkan untuk mendukung kerja sejumlah perangkat mulai dari ECU, pompa bahan bakar, dan berbagai perangkat elektronik pada sepeda motor.

Ketika suplai listrik bermasalah, motor bisa sulit dihidupkan hingga mengalami gangguan saat digunakan. Sayangnya, kondisi aki tidak hanya dipengaruhi usia pemakaian.

Kebiasaan pengendara sehari-hari juga dapat memengaruhi daya tahan baterai. Agar tidak mengalami motor mogok akibat masalah kelistrikan, ada tiga kebiasaan yang perlu diperhatikan.

1. Memasang Aksesori Kelistrikan Tanpa Perhitungan
Modifikasi seperti pemasangan lampu tambahan dan klakson berdaya besar perlu memperhatikan kapasitas sistem kelistrikan. Jika kebutuhan arusnya melebihi kemampuan sistem pengisian, daya aki berpotensi berkurang.

Karena itu, pastikan aksesori sesuai spesifikasi dan pemasangannya dilakukan dengan rangkaian pengaman yang tepat. Konsultasikan dengan mekanik sebelum menambahkan perangkat kelistrikan agar tidak mengganggu komponen standar.

2. Terus Menekan Tombol Starter Saat Mesin Sulit Menyala
Electric starter butuh arus listrik cukup besar untuk memutar mesin. Terutama saat pagi hari ketika mulai menyalakan mesin dalam keadaan terlalu dingin.

Menekan tombol starter berulang kali tanpa jeda ketika mesin tidak kunjung hidup dapat menguras daya aki. Dinamo stater menjadi komponen yang akan bekerja keras disini.

Jika motor belum menyala setelah beberapa percobaan singkat, hentikan sementara proses starter. Berikan waktu istirahat pada aki untuk memulihkan tegangannya.

Periksa kemungkinan penyebabnya, seperti kondisi aki, busi, atau suplai bahan bakar. Apabila masalah terus berulang, sebaiknya lakukan pemeriksaan di bengkel.

3. Lupa Mematikan Kontak Setelah Menurunkan Standar Samping
Fitur Side Stand Switch pada motor tertentu berfungsi mematikan mesin saat standar samping diturunkan. Tapi, fitur ini tidak selalu memutus seluruh aliran listriknya.

Adapun lini skutik Honda terbaru yang telah dilengkapi fitur Side Stand Switch di antaranya Vario Evo 160 atau Scoopy. Fitur ini akan otomatis mematikan mesin saat menurunkan standar samping.

Fitur ini memang praktis. Sayangnya, banyak pengendara jadi terlena dan melakukan kesalahan fatal. Setelah mesin mati akibat standar samping diturunkan, sering kali lupa memutar knop kunci kontak ke posisi “OFF”.

Pemilik harus paham standar samping hanya memutus aliran pengapian ke mesin, bukan mematikan sistem kelistrikan secara total.

Jika kunci kontak masih di posisi ON, sebagian perangkat kelistrikan dapat tetap aktif dan mengonsumsi daya, seperti panel instrumen digital, lampu utama LED, dan sistem alarm.

Oleh karena itu, biasakan memutar kunci atau knop kontak ke posisi OFF setiap selesai berkendara dan terparkir baik. Pastikan seluruh indikator kendaraan telah padam.

Cegah Aki Tekor dengan Pemeriksaan Berkala

Selain menghindari ketiga kebiasaan tersebut, pemilik perlu memperhatikan gejala aki melemah, seperti starter terasa berat, lampu meredup, atau klakson kehilangan tenaga.

Gejala tersebut tidak selalu menandakan aki rusak alias tekor, dikarenakan gangguan sistem pengisian maupun komponen lain juga bisa menjadi penyebabnya.

Memastikan kondisinya, lakukan pemeriksaan tegangan aki dan sistem pengisian di bengkel resmi AHASS Wahana Honda. Pemeriksaan berkala membantu mendeteksi masalah lebih awal sebelum mengganggu aktivitas berkendara.

Pemilik motor juga dapat memanfaatkan aplikasi WANDA untuk melakukan pemesanan jadwal (booking) servis, sesuai waktu senggang Anda tanpa butuh antre.

Dengan perawatan tepat dan kebiasaan berkendara lebih disiplin, risiko gangguan kelistrikan dapat diminimalkan sehingga motor tetap siap digunakan setiap hari. [dpid/TH]