Kemasan Mirip Asli, 4 Cara Cek Oli Pertamina Sebelum Membeli

DAPURPACUID – Maraknya dugaan peredaran oli palsu menjadi perhatian bagi pemilik kendaraan bermotor. Produk pelumas dengan tampilan kemasan menyerupai barang asli berpotensi mengecoh konsumen.

Terutama jika pembelian hanya didasarkan pada harga murah tanpa memeriksa keaslian produk. PT Pertamina Lubricants (PTPL) mengingatkan masyarakat agar lebih selektif dalam memilih pelumas.

Pasalnya, oli yang tidak memenuhi standar spesifikasinya dapat mengurangi perlindungan mesin dan berpotensi memicu kerusakan komponen kendaraan.

Dalam siaran resminya, Sabtu, Corporate Secretary PTPL, Rika Gresia Wahyudi mengapresiasi tindakan aparat penegak hukum dalam mengungkap dugaan pemalsuan pelumas.

Menurutnya, peredaran produk ilegal tidak hanya merugikan konsumen dan pemilik merek, tetapi juga membahayakan kendaraan akibat kualitas produk yang tidak terjamin.

“Pengungkapan kasus seperti ini menjadi langkah penting untuk melindungi konsumen,” ujar Rika.

Kenali Ciri Kemasannya

Produk pelumas, apapun mereknya, memiliki peran penting dalam mengurangi gesekan antarkomponen, menjaga kebersihan mesin, serta membantu mengendalikan suhu operasional.

Jika formulasi dan aditifnya tidak sesuai standar, kemampuan perlindungan ini tidak dapat dipastikan. Dampaknya bisa berupa peningkatan keausan, munculnya endapan, hingga penurunan performa mesin.

Pertamina Lubricants mengingatkan keaslian oli tidak bisa ditentukan hanya lewat warna, aroma, maupun kekentalan. Konsumen perlu mengecek sejumlah fitur keamanan pada kemasan, antara lain:

– Triple layer: Struktur botol memiliki lapisan dengan warna bagian dalam berbeda dari sisi luar.
– Nomor batch: Kode pada tutup dan badan botol harus berada dalam posisi lurus dan sejajar.
– Hologram original: Elemen pengaman yang dapat terlihat melalui sudut kemiringan tertentu.
– QR Code: Label anti-pemalsuan yang bisa dipindai untuk memeriksa informasi produk, nomor batch, jenis kemasan, dan riwayat pemindaian.

Bila hasil pemindaian menunjukkan informasi tidak sesuai atau satu kode terdeteksi pada beberapa produk, konsumen sebaiknya tidak langsung menggunakan oli tersebut.

Selain itu, harga yang jauh di bawah pasaran patut dicurigai. Meminimalkan risiko, pembelian disarankan melalui SPBU Pertamina, distributor resmi, bengkel mitra Fastron Auto Service dan Enduro Motor Service, serta official store Pertamina Lubricants di platform e-commerce.

Pemeriksaan lebih lanjut mengenai keaslian produk dapat dilakukan melalui Lubes.id. Jika menemukan pelumas yang diduga palsu, masyarakat bisa menyampaikan laporan melalui Pertamina Contact Center 135 atau kanal pengaduan Lubes.id.

Ketelitian sebelum membeli menjadi langkah sederhana untuk menghindari kerugian yang lebih besar sekaligus menjaga kondisi mesin kendaraan. [dpid/TH]