Bos Chery Minta Maaf, Kasus As Roda Omoda 5 Copot Memanas!

PT Chery Motor Indonesia bakal menghadirkan Omoda 5 setir kanan di ajang IIMS 2023.

DAPURPACUID – Pimpinan tertinggi Chery Automobile, Yin Tongyue, menyampaikan permintaan maafnya atas persoalan kualitas salah satu lini kendaraannya Chery di Malaysia.

Pernyataan ini disampaikan di ajang World Intelligent Connected Vehicles Conference (WICV), 21 Oktober lalu, di tengah sorotan terhadap kasus terlepasnya as roda belakang Omoda 5.

Mengutip laporan China Sohu, Yin mengungkapkan bahwa dirinya telah meminta maaf secara langsung kepada Menteri Investasi, Perdagangan, dan Industri Malaysia.

Ia pun menegaskan, persoalan kualitas produk harus ditangani secara serius, terutama ketika Chery terus berkomitmen untuk memperluas bisnis ke pasar internasional.

Menurut Yin, ekspansi global tidak seharusnya hanya berorientasi pada penjualan dan keuntungan jangka pendek. Produsen otomotif asal China itu perlu membangun bisnis berkelanjutan dengan memahami regulasi, kebiasaan bisnis, serta kebutuhan konsumen di setiap negara tujuan.

“Kami tidak pergi ke luar negeri untuk meraup keuntungan cepat, tapi untuk berakar dan mengembangkan pasar dalam jangka panjang. Kami harus menghormati hukum, peraturan, dan praktik bisnis setempat.”

“Tanpa persiapan matang, ekspansi ke luar negeri justru bisa berujung kegagalan yang merugikan. Alih-alih berekspansi ke luar negeri, kami bisa saja terkubur di sana,” jelasnya.

Sorotan terhadap kualitas produk Chery di Malaysia menguat setelah sebuah Omoda 5 dilaporkan mengalami lepas as roda belakang saat berada di jalan raya.

Foto: istimewa

Insiden ini memicu respons otoritas transportasi setempat, Jabatan Pengangkutan Jalan (JPJ), yang menangguhkan sementara persetujuan tipe kendaraan atau Vehicle Type Approval (VTA) untuk model tersebut.

Langkah itu membuat pendaftaran baru Omoda 5 dihentikan sementara, hingga investigasi teknis sekaligus penilaian risiko keselamatan diselesaikan oleh pihak terkait.

Chery Malaysia kemudian mengumumkan kampanye penarikan kendaraan alias recall Omoda 5 varian C dan H hingga sebanyak 8.878 unit. Program ini menyediakan pemeriksaan serta penggantian komponen yang terdampak, tanpa biaya bagi pemilik kendaraan yang masuk dalam cakupan kampanye.

Perusahaan juga menyatakan telah mengidentifikasi kendaraan terkait dan akan menghubungi pemiliknya. Konsumen dapat memeriksa status kendaraannya melalui nomor identifikasi kendaraan atau VIN di situs resmi Chery Malaysia.

Bukan Pertama Kali Terjadi

Sebagai informasi, persoalan as roda Omoda 5 lepas bukan kali pertama mencuat di Malaysia. Pada 2024, Chery juga menggelar program pemeriksaan pasca kejadian serupa.

Saat itu, sebanyak 600 unit masuk dalam cakupan kampanye awal, dengan 60 unit kemudian teridentifikasi memiliki komponen terdampak yang memerlukan penggantian.

Omoda 5 sendiri telah digantikan Chery O5 sejak September 2025. Model terbaru ini mengusung suspensi belakang independen multi-link, berbeda dari konstruksi torsion beam pada Omoda 5 generasi sebelumnya.

Kasus ini menjadi ujian bagi Chery dalam menjaga kepercayaan konsumen di pasar internasional. Termasuk di Indonesia, yang terbilang cukup banyak publik telah meminang model tersebut.

Pernyataan Yin menempatkan kualitas produk, kesiapan teknis, dan tanggung jawab terhadap pelanggan sebagai aspek penting dalam keberlanjutan ekspansi global perusahaan. [dpid/TH]