DAPURPACUID – Ekspansi industri kendaraan listrik di Asia Tenggara semakin kompetitif. Salah satu langkah terbaru datang dari Guangzhou Automobile Group (GAC).
GAC resmi mengoperasikan fasilitas perakitan baterai pertamanya di luar China. Berlokasi di Chonburi, Thailand, pabrik ini jadi bagian dari strategi untuk memperkuat rantai pasok kendaraan listrik di kawasan regional.
Fasilitas ini dikelola Inpow Battery, anak perusahaan GAC yang sepenuhnya dimiliki oleh grup otomotif tersebut, dengan menempati lahan dengan luas bangunan lebih dari 13.000 meter persegi.
Pembangunan pabrik ini diklaim menelan investasi lebih dari 50 juta yuan atau sekitar RM30,5 juta. Di tahap awal, fasilitas ini ditargetkan mampu memproduksi hingga 7.000 paket baterai setiap tahun.
GAC juga telah menyiapkan peluang peningkatan kapasitas produksinya hingga menjadi 20.000 paket per tahun pada fase pengembangan berikutnya.

Produksi awal akan difokuskan untuk memenuhi kebutuhan kendaraan GAC yang dirakit secara lokal di Thailand, atau menggunakan skema Completely Knocked Down (CKD).
Salah satu model yang masuk dalam rencana pemanfaatan baterai tersebut adalah Aion Y Plus. Dibangunnya fasilitas ini bukan sekadar memperluas kapasitas produksi.
Tapi juga memperkuat keterlibatan industri lokal dalam ekosistem kendaraan listrik. GAC menyebut, tingkat penggunaan komponen dan sumber pasokan lokal telah mencapai 78,85 persen.
Angka ini menunjukkan besarnya peran pemasok lokal dalam mendukung kegiatan produksi. Dari sisi teknologi, proses perakitan baterai mengandalkan lini produksi otomatis.
Sejumlah perangkat modern digunakan untuk menjaga ketelitian pengerjaan, termasuk sistem inspeksi visual Charge-Coupled Device (CCD) yang membantu pengawasan proses pengelasan laser.
Pabrik ini juga memanfaatkan robot pengelasan otomatis untuk menjaga konsistensi hasil produksi. Aspek keselamatan jadi perhatian penting mengingat baterai merupakan salah satu komponen utama kendaraan listrik.

Setiap paket baterai wajib melewati pengujian ketahanan tegangan isolasi hingga 1.500 volt. Selain itu, tersedia pengujian perlindungan terhadap air dan debu dengan standar IP68.
Dalam pengoperasiannya, fasilitas tersebut menerapkan sistem manajemen mutu ISO 9001 serta standar industri otomotif IATF 16949. Penerapan kedua standar ini menjadi bagian dari upaya menjaga konsistensi kualitas produk selama proses manufaktur.
Secara global, Inpow Battery telah menghasilkan lebih dari 300.000 paket baterai. Pengalaman ini menjadi modal bagi perusahaan untuk memperluas kegiatan produksi, sekaligus memenuhi kebutuhan industri kendaraan listrik di luar pasar domestik China.
Dengan investasi dan fasilitas baru di Thailand, GAC memperlihatkan keseriusannya membangun ekosistem kendaraan listrik yang lebih dekat dengan pasar tujuan.
Penguatan produksi lokal, peningkatan kapasitas, serta penggunaan teknologi otomatis diharapkan dapat mendukung perkembangan industri kendaraan listrik Asia Tenggara dalam beberapa tahun mendatang. [dpid/TH]















