Mobil Listrik dan Bensin Bekas, Ternyata Beda Cara Ceknya!

DAPURPACUID – Membeli mobil bekas membutuhkan ketelitian, terutama ketika calon konsumen dihadapkan pada pilihan kendaraan bermesin konvensional, hybrid, hingga mobil listrik.

Ketiganya memiliki karakteristik berbeda sehingga proses inspeksi tidak bisa dilakukan dengan metode yang sama. Perbedaan ini terutama terlihat pada komponen utama yang harus diperiksa.

Pada mobil listrik atau Battery Electric Vehicle (BEV), kondisi baterai traksi jadi salah satu perhatian terpenting karena berpengaruh terhadap kemampuan penyimpanan energi dan jarak tempuh kendaraan.

Pemeriksaan idealnya mencakup evaluasi State of Health (SOH), tegangan, temperatur, serta keseimbangan sel baterai apabila didukung sistem diagnostik kendaraan.

Adapun untuk komponen lain yang harus dicek seperti inverter, motor listrik, sistem pendinginan, port pengisian, dan kabel tegangan tinggi juga perlu dievaluasi.

Sementara itu, pada mobil hybrid memiliki sistem yang lebih kompleks karena menggabungkan dua jantung mekanis, yaitu mesin pembakaran internal dengan motor listrik.

Pemeriksaannya perlu memperhatikan kondisi baterai hybrid, sistem penggerak elektrik, mesin bensin, transmisi, hingga integrasi kedua sumber tenaga tersebut.

Jenis hybrid juga perlu diperhatikan, mengingat hybrid konvensional, plug-in hybrid (PHEV), dan mild hybrid mempunyai konfigurasi serta kebutuhan pemeriksaan berbeda.

Pada mobil konvensional (Internal Combustion Engine/ICE) lebih memfokuskan pada kondisi mesin, transmisi, kebocoran oli, sistem pendinginan, kelistrikan, suspensi, serta struktur kendaraan.

Pemeriksaan bodi juga penting untuk mengetahui kemungkinan bekas tabrakan maupun kerusakan akibat banjir. Seluruhnya diakui oleh CEO Garasi.id, Ardy Alam.

Dalam siaran resminya, Jumat (6/11), Ardy mengatakan setiap teknologi kendaraan membutuhkan pendekatan inspeksi yang sesuai dengan karakteristiknya.

“Tiap jenis kendaraan memiliki aspek pemeriksaan berbeda. Pada mobil listrik, kondisi baterai dan sistem penggerak jadi perhatian penting. Sedangkan pada mobil konvensional, kondisi mesin dan komponen mekanis lainnya juga perlu dievaluasi,” imbuhnya.

“Dengan memahami kondisi kendaraan sebelum transaksi, konsumen dapat mempertimbangkan pilihan ebih matang dan mengantisipasi kebutuhan perawatan setelah mobil dimiliki,” tandasnya.

Untuk membantu calon pembeli, Garasi.id menghadirkan layanan inspeksi EV dan Hybrid hingga 200 titik pemeriksaan. Sementara inspeksi mobil konvensional mencakup hingga 170 titik, termasuk mesin, kelistrikan, suspensi, bodi, dan struktur kendaraan.

Kedua layanan tersedia lewat sistem home service. Hasil pemeriksaan disampaikan dalam waktu 1 x 24 jam, dilengkapi catatan kondisi kendaraan dan rekomendasi perawatan.

Selama periode 4 November – 4 Desember 2026, Garasi.id menawarkan promo inspeksi seluruh tipe mobil seharga Rp199.000 khusus area Jabodetabek. Konsumen juga berkesempatan memperoleh potongan tambahan Rp25.000 dengan menggunakan kode voucher ART25.

Melalui pemeriksaan yang disesuaikan dengan teknologi kendaraan, calon pembeli dapat memperoleh gambaran kondisi mobil secara lebih menyeluruh sebelum menyelesaikan transaksi. [dpid/TH]