H-3 Puncak Arus Mudik di Tol Ngawi-Kertosono-Kediri


JAKARTA (DP) – Puncak arus mudik di jalan tol Ngawi-Kertosono-Kediri diprediksi pada 2 Juni 2019 atau H-3 Lebaran dan 22.994 kendaraan akan melakukan transaksi di gardu tol atau naik 266% dibandingkan lalu lintas normal sekitar 6.281 kendaraan.

“Potensi kepadatan di sejumlah titik, yaitu GT Madiun, GT Nganjuk, Tempat Istirahat (TI) atau Rest Area 626 A, 626 B, 597 A, 597 B, dan 640 A/B Fungsional,” kata Direktur Utama PT Jasamarga Ngawi Kertosono Kediri (JNK), Iwan Moedyarno, dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (28/5).

Guna mengantisipasi terjadinya kepadatan, menurut Iwan, pihaknya mempercepat distribusi informasi melalui 5 VMS, 65 CCTV, Twitter, dan Call Center di 08113373301.

“Kami juga menyiapkan layanan top up kartu elektronik di Rest Area 597 A/B dan 626 A/B serta GT Madiun. Bila terjadi antrean panjang di gerbang tol, maka kami mengubah gardu entrance menjadi gardu exit serta mengoperasikan mobile reader,” papar dia.

Baca juga:  Hino Siap Bantu PO Perlancar Perjalanan Mudik

Ruas tol Ngawi-Kertosono-Kediri, lanjut Iwan, memiliki 6 rest area (2 diantarannya masih fungsional) yang memiliki layanan kesehatan gratis saat musim mudik Lebaran.

“Nantinya akan ditambah fasilitas toilet, masing-masing 12 bilik wanita, 6 bilik pria, dan 9 urinoir, serta toilet difabel. Jalan tol ini diprediksi akan menjadi titik jenuh oleh sebagian pengemudi karena telah menempuh jarak yang jauh,” ujar Iwan.

Iwan menambahkan, faktor keselamatan juga menjadi perhatian ekstra. PT JNK telah menambah warning light (flip flop), LED biru (dummy spesifikasi PJR), dan tambahan guardrail. Selain itu, ditambahkan juga rumble stripe sebelum rest area dan di main road di lokasi blank spot. [dp/PNB]