Pertamina Pastikan Pasokan BBM Aman Jelang Arus Balik Lebaran

Direktur Megaproyek Pengolahan dan Petrokimia, Ignatius Tallulembang, saat meninjau langsung kesiapan Pertamina hadapi arusbalik Lebaran di TBBM Jakarta Group Plumpang, Jakarta Utara.

JAKARTA (DP) – Sesuai prediksi arus balik Lebaran 2019 bakal terjadi pada akhir pekan ini, Pertamina mulai menerjunkan seluruh personil Satuan Tugas Ramadan Idul Fitri (Satgas RAFI) untuk memastikan keamanan pasokan BBM di seluruh wilayah Indonesia.

Kesiapan pasokan tersebut terutama di beberapa SPBU di sepanjang jalur arus balik agar tidak terjadi kekosongan pada tangki penyimpanan. Seperti diketahui, konsumsi BBM selama arus mudik terjadi peningkatan khususnya untuk Pertamax.

Untuk itulah, Direktur Megaproyek Pengolahan dan Petrokimia, Ignatius Tallulembang, melihat langsung kesiapan pasokan yang akan dikirim truk-truk tanki di Terminal BBM Jakarta Group Plumpang, Jumat (7/6) lalu.

Dalam kunjungan itu, Tallulembang berpesan kepada para pekerja untuk tetap memperhatikan aspek keselamatan. “Selalu perhatikan aspek safety,” katanya saat berbincang dengan salah seorang pekerja.

Sementara itu, Vice President Corporate Communication Pertamina, Fariyah Usman, mengatakan dengan dibentuknya Satgas RAFI bertujuan untuk memastikan keamanan stok dan suplai BBM, sehingga mendukung kelancaran mudik dan arus balik Lebaran .

Baca juga:  HJC Rangkul Cal Crutchlow Untuk Dua Musim di MotoGP

“Seperti tahun-tahun sebelumnya, Pertamina sangat siap melayani kebutuhan energi bagi masyarakat pada momentum arus mudik dan arus balik. Sejumlah layanan tambahan untuk mendukung kelancaran telah dikerahkan seperti layanan motor kemasan, kiosk Pertamina Siaga dan Rumah Pertamina Siaga,” katanya.

Berdasarkan pantauan penyaluran BBM pada masa Satgas RAFI 2019, konsumsi tertinggi terjadi H-1 Idul Fitri, Selasa (4/6) kemarin. Penyaluran Gasoline pada hari tersebut meningkat 36% hingga 127 ribu KL, dibandingkan kondisi rata-rata normal sebesar 93 ribu KL per hari.

Bahkan hingga saat ini realisasi rata-rata konsumsi Gasoline pada masa Satgas mengalami kenaikan 10% dibandingkan rata-rata harian normal. Fajriyah menuturkan tingginya jumlah pemudik yang menggunakan jalur darat, berbanding lurus dengan meningkatnya permintaan BBM terutama di wilayah mudik.

“Sebagai contoh peningkatan konsumsi sangat signifikan terjadi pada SPBU di jalur Tol Trans Jawa yang mengalami kenaikan lebih dari 58% atau 638 KL per hari dibanding rata-rata normal. Namun, hal ini sudah diantisipasi oleh Pertamina dengan melakukan penambahan titik-titik layanan BBM serta layanan tambahan,” ujar Fajriyah.

Baca juga:  Setelah Kalimalang, RSV Helmet Buka di Bandung

Fajriyah menambahkan sama dengan arus mudik, untuk antisipasi arus balik stock bahan bakar berkualitas di SPBU maupun layanan tambahan Pertamina berada diatas rata-rata normal. “Stock bahan bakar kami sediakan diatas kebutuhan”, jelasnya.

“Kami menghimbau kepada seluruh pengendara untuk mengisi full tank dulu di SPBU wilayah keberangkatan, kemudian segera mengisi penuh jika kondisi tangki sudah terpakai setengah” tutupnya.

Selama Satgas RAFI 2019 hingga kini, Pertamina memastikan keamanan pasokan stok seluruh produk BBM pada level aman diatas lebih dari 21 hari hingga 84 hari. [dp/MTH]