DAPURPACU – Kolaborasi Federal Oil dengan Gresini Racing ditutup dengan pencapaian gemilang Fabio Di Giannantonio di sepanjang musim balap Moto2 2021.
Kini, kerja sama tersebut berlanjut ke kelas tertinggi di kasta utama ajang balap sepeda motor tersebut yaitu MotoGP, dengan skuad yang diklaim lebih mumpuni untuk menghadapi musim balap 2022.
Prosesi peluncuran yang dilaksanakan secara daring sudah dilakukan akhir pekan lalu (15/1), sekaligus membuka babak baru kemitraan dengan Ducati.
“Kami akhirnya mempresentasikan proyek yang sangat kami yakini dan yang telah kami kerjakan tanpa henti selama setahun terakhir,” kata Nadia Gresini, Gresini Racing team owner & principle.
“Kami sangat termotivasi dan akhirnya kami menjadi tim MotoGP pertama yang tampil; ditambah, saya percaya motor kami bagus – dan saya berharap semua akan menyukainya juga,” imbuhnya.
Nantinya, duo rider Gresini, Enea Bastianini dan Diggia, bakal menggeber Ducati Desmosedici GP21 dimana livery-nya sendiri didesain oleh Aldo Drudi.
Secara tampilan, motor ini dibalut warna dasar biru muda kombinasi garis merah. Tidak lupa, ada logo-logo sponsor seperti Federal Oil, Antangin, Aspira, dan Kapriol.

Memulai musim baru di kelas utama, Nadia meyakini bahwa kedua pebalap unggulannya tersebut dapat mencetak hasil yang baik. Gresini akan mendapat dukungan penuh dari Ducati sebagai tim satelit.
Melihat dari prestasi Enea yang berjuang bersama Esponsorama Avintia dan Diggia di Moto2, cukup memberikan prospek positif apalagi mereka akan menggeber Desmosedici GP21 yang digadang-gadang sebagai motor terbaik di MotoGP.
“Diggia dan Enea kini dalam kondisi terbaik dan tidak sabar untuk memulai musim 2022. Kami berniat untuk menjadi salah satu prontagonis selama musim ini dan menampakan diri sesekali di parc ferme,” tambahnya.
Bagi Diggia, musim ini menjadi yang pertama kalinya merasakan atmosfer jauh lebih kompetitif di kelas MotoGP. Dia pun berharap dapat terus membaik di setiap balapan.
Sebagai informasi, skuad Gresini Racing MotoGP bakal melakoni sesi pramusim guna menguji dan beradaptasi dengan tunggangannya di Sirkuit Sepang, Malaysia dan Sirkuit Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat.
Dan Diggia pun mengaku tidak sabar untuk segera menguji liarnya mesin Ducati Desmosedici GP21 di kedua lintasan trek tersebut.
“Liburan musim dingin selalu terlalu lama, saya menghitung hari, jam! Dan motor balap ini spektakuler, mungkin yang paling indah yang pernah saya kendarai, paling indah yang pernah saya lihat,” ujarnya.

“Dengan warna utama yang unik itu terlihat seperti sepeda tahun 70-an, gaya retro, di lintasan kita pasti akan dikenali. Khas, asli, indah. Sebuah emosi yang unik.”
Ungkapan serupa juga dilontarkan Enea terkait livery motor yang terbilang unik, bahkan nampak aneh saat melihatnya untuk pertama kali. Namun anggapan itu hilang begitu dia melihatnya secara langsung.
“Saya dapat mengatakan itu luar biasa. Motor yang hebat pasti cepat! Dalam waktu sekitar dua puluh hari kami akan berangkat untuk tes, untungnya itu hanya waktu yang singkat karena saya terlalu bersemangat untuk kembali ke Ducati saya,” paparnya.
“Saya sudah bertemu tim selama tes di Jerezpertama: kami memiliki kesempatan untuk mengenal satu sama lain lebih baik dan bekerja sama, dan saya dapat dengan tegas mengatakan bahwa saya memiliki tim yang super.”
“Saya pikir ini akan menjadi musim yang sangat menarik, saya yakin kami akan mencapai hasil yang bagus. Saya tidak sabar menunggu musim dimulai!” tutup Enea.
Sebagai informasi, Gresini Racing memutuskan untuk hengkang dari kelas Moto3 dan fokus di MotoGP. Sementara di Moto2 masih akan tetap berkompetisi dan diperkuat oleh Filip Salac dan Andrea Zaccone. [dp/MTH]














