DAPURPACU – Pebalap Tim Red Bull Racing, Sergio Perez berhasil memupus ambisi Charles Leclerc (Scuderia Ferrari) untuk menguasai Marina Bay Street Circuit, Singapura, Minggu (2/10) lalu.
Pada GP Singapore ini, pebalap kelahiran Meksiko itu mampu menguasai jalannya balapan sejak awal hingga akhir (62 laps), di tengah kondisi lintasan yang basah akibat hujan.
Berkat kemenangan tersebut, Perez makin mendekati posisi kedua di bawah rekan setimnya, Max Verstappen yang terus kokoh di puncak klasemen sementara, meski terbilang terpaut jauh.
Justru Perez siap ‘melabrak’ Leclerc yang cukup nyaman di posisi kedua hingga seri GP Singapura, dengan selisih hanya 2 poin berkat tambahan 25 poin (237 vs 235 poin).

Sri Adinegara, Market Development Director PT ExxonMobil Lubricants Indonesia mengakui, di balapan apapun bisa terjadi, kendala cuaca hingga penerapan strategi bisa tiba-tiba tak sesuai pengharapan.
“Apa yang dilakukan Sergio Perez memang sesuai keinginannya untuk bisa menang di F1 Singapura, setelah melihat hasil beberapa seri yang kurang memuaskan,” imbuh Adinegara.
“Max Verstappen sudah berusaha menunjukkan performanya, tapi ini adalah kemenangan lain yang tertunda, pastinya dia akan lebih fokus untuk hadapi F1 Jepang dan petik titel Juara Dunia F1 2022 di sana,” ujarnya.
Skenario tim Red Bull Racing yang ingin mengunci Juara Dunia F1 musim 2022 bagi Verstappen harus tertahan, akibat kesalahan yang dilakukan dirinya menggunakan ban yang kurang cocok di lintasan.
Pebalap berpaspor Belanda ini mengakui bahwa balapan kali ini membuatnya frustasi, dimana dirinya terkendala di anti-stall, berakibat kehilangan banyak posisi di awal race.
Meski begitu, berangsur-angsur Verstappen mulai mendapatkan kembali posisi terbaiknya pasca mengganti ban bertipe slick. Imbasnya, dia mengalami insiden.

“Ketika saya ingin melewati Lando Norris, mengerem kuat dan menabrak kerb besar menyebabkan keluar dan ban terkunci,” jelasnya setelah balapan di paddock.
Akibat insiden kecil tersebut Verstappen masuk ke pit stop untuk memasangkan ban baru, yaitu ban flat spot yang besar sehingga harus memulai dari awal lagi, posisi belakang.
Menurutnya, sulit untuk melewati para pebalap di lintasan ini, terutama ketika semua ban sudah mencapai suhu yang tepat. Jadi, dirinya harus berjibaku untuk kembali mendapatkan posisi terbaik.
“Setidaknya bagus untuk mendapatkan beberapa poin tetapi bukan itu tujuan kami di sini, waktunya untuk fokus pada Jepang,” yakin Verstappen yang kini kantongi 341 poin.
Di sisi lain, start strategis dari posisi dua di kondisi lintasan basah dimanfaatkan dengan baik oleh Perez untuk menyalip Leclerc di tikungan pertama, terbukti ampuh untuk terus bertahan di urutan pertama hingga akhir balapan.
Bagi Perez, kemenangan ini sangat berarti dimana dirinya belum pernah naik podium dalam beberapa balapan terakhir. Namun Perez terus memantau dan berhasil membuat kejutan.

“Jadi saya sangat bangga dengan hasil seri ini. Secara mental itu sulit, dan harus tetap waspada sepanjang balapan. Sangat rumit balapan di kondisi usai hujan deras,” tambahnya.
Perez pun mengomentari safety car yang menurutnya terkendala miskomunikasi. Mobil safety car melaju sangat cepat di jalur di mana dirinya tidak bisa mengikutinya.
“Kemudian melambat di mana saya bisa melaju dengan cepat. Kami berkendara begitu licin di basah mencoba untuk menjaga suhu dan itu sulit,” tegasnya.
Adinegara berharap Sirkuit Suzuka International Racing Course menjadi momen berikutnya bagi Verstappen untuk bisa memboyong titel Juara Dunia F1 musim ini.
Dan tentunya, lanjut dia, diharapkan penggemar Formula 1 di Tanah Air beserta konsumen Mobil™ Lubricants bisa turut memberikan dukungan untuk kemenangannya di F1 Jepang.
“Semoga saja di F1 Jepang, Verstappen bisa menang dan mempersembahkan gelar Juara Dunia F1 2022,” pungkas Adinegara, dalam keterangan tertulisnya. [dp/MTH]














