Amunisi Teknologi Canggih Milik Suzuki ini Bernama Smart Hybrid Vehicle by Suzuki

DAPURPACUID – PT Suzuki Indomobil Sales terus melengkapi lini produk berteknologi ramah lingkungan, khususnya hybrid demi ‘tuntutan’ efisiensi bahan bakar sekaligus kenyamanan dalam berkendara.

Disebutkan, teknologi penghasil performa ini semakin diinginkan dan relevan oleh masyarakat urban saat ini, meski gempuran mobil-mobil bermesin ‘murni’ listrik makin bermunculan.

Suzuki menghadirkan teknologi mild hybrid dalam rangka menjawab tren kendaraan ramah lingkungan yang mengalami pertumbuhan signifikan dalam kurun waktu tiga tahun belakangan ini.

Dan All New Ertiga Hybrid menjadi jawabannya, sekaligus merupakan model perdana dari teknologi sistem hibrida ringan dari Suzuki yang bernama Smart Hybrid Vehicle by Suzuki (SHVS) di Tanah Air.

Kehadirannya pada medio Juni 2022, pun langsung disambut antusiasme tinggi dari para pecinta merek berlogo ‘S’ itu, serta oleh masyarakat pada umumnya. 

Bahkan, All New Ertiga Hybrid telah mendaulatkan diri sebagai model Low Multi Purpose Vehicle (LMPV) dengan teknologi hybrid pertama yang diproduksi di Indonesia

Sejak kehadirannya, Suzuki Indonesia mampu tersenyum lebar berkat torehan angka penjualannya yang mumpuni. Mengutip dari data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan Ertiga Hybrid mampu mencapai 1.168 unit, sementara Ertiga non-hybrid hanya 361 unit pada periode Januari-Juni 2025.

Keberhasilan pencapaian tersebut diyakini berkat pergeseran tren dari kendaraan ICE ke elektrifikasi, yang mampu mendorong kesadaran masyarakat terhadap perubahan iklim dan keberlanjutan lingkungan.

Tak berhenti sampai di Ertiga, Suzuki terus memenuhi keinginan masyarakat lewat hadirnya model-model lain berteknologi SHVS dari beragam segmen, seperti XL7 Hybrid dan Grand Vitara.

Ketiganya mencatat kontribusi penjualan yang menonjol sepanjang Januari–Juli 2025. Mengutip dari data GAIKINDO  Suzuki XL7 Hybrid misalnya, berkontribusi sebanyak 4.734 unit disusul varian non-hybrid dengan 3.064 unit. 

Baca juga:  Ekspedisi Veloz Hybrid EV Lintas Nusa 2025 Resmi Dimulai

Lalu untuk Grand Vitara, menyumbangkan angka penjualan sebesar 1.258 unit. Sedangkan Fronx, sebagai pendatang baru ternyata mampu berkontribusi besar pada penjualan wholesales Suzuki pada Juni lalu.

Tercatat pada periode tersebut, Fronx versi hybrid membukukan angka penjualan hingga 965 unit, sementara versi non-hybrid mencatatkan hanya 72 unit.

4W Marketing Director PT Suzuki Indomobil Sales, Harold Donnel menuturkan, pihaknya berusaha untuk selalu mengikuti perkembangan teknologi serta minat maupun kebutuhan masyarakat.

Menurutnya, kesadaran masyarakat masa kini juga mulai beralih pada kendaraan lebih ramah lingkungan, sehingga mendorong Suzuki terus menghadirkan pilihan mobil hybrid yang dikenal dengan emisi gas buang rendah.

“Semoga lini model Suzuki yang ditampilkan selama GIIAS 2025, dapat mengakomodasi kebutuhan masyarakat akan moda transportasi modern serta efisien,” jelas Harold.

Di sisi lain, Deputy 4W Sales & Marketing Managing Director PT SIS, Dony Ismi Himawan Saputra mengaku, saat ini terdapat temuan menarik dari data penjualan yang diperoleh Suzuki dari Januari hingga Juni 2025. 

Dia memaparkan, pergeseran permintaan model-model hybrid untuk lini kendaraan penumpang, termasuk Suzuki, semakin menunjukkan tren ke arah yang positif.

Menurutnya, peralihan permintaan sekaligus kebutuhan masyarakat akan kendaraan bermesin konvensional ke arah model-model hybrid versi Suzuki semakin tinggi.

“Sehingga, sampai dengan saat ini kontribusi penjualan hybrid lini model Suzuki sudah mencapai 52 persen dari total penjualan,” papar Dony usai pembukaan booth Suzuki di GIIAS 2025. 

Baca juga:  Daihatsu Banjir Promo di GJAW 2025, Ada Hadiah 9 Mobil untuk Pengunjung

“Diyakini ke depannya hal ini akan makin bertumbuh sesuai dengan kesadaran dari konsumen, atau merupakan salah satu langkah dari kami untuk memperkenalkan teknologi hybrid Suzuki kepada konsumen,” jelasnya lagi. 

Prinsip Kerja Teknologi SHVS

Teknologi ini hadir menggabungkan keunggulan mesin konvensional dan motor listrik. Teknologi SHVS dirancang untuk memberi pengalaman berkendara yang lebih halus, nyaman dan efisien. 

Menjadikannya pilihan yang menarik bagi konsumen yang mencari kendaraan hemat energi dan ramah lingkungan, serta irit bahan bakar, tanpa meninggalkan unsur kesenangan berkendara di jalan.

Prinsip kerja SHVS terbilang unik dan menarik. Dibandingkan dengan kendaraan hibrida penuh (full hybrid), teknologi cerdas dari Suzuki ini menawarkan solusi hibrida yang lebih terjangkau namun tetap efisien dan ramah lingkungan.

Sistem ini dirancang dengan prinsip regenerasi energi, dimana energi yang biasanya terbuang saat pengereman atau melambat, dikonversi dan disimpan dalam baterai lithium-ion.

Energi ini kemudian digunakan untuk membantu mesin konvensional, terutama saat akselerasi. Dengan demikian, beban mesin dapat dikurangi dan efisiensi bahan bakar dapat ditingkatkan.

Selain itu, sistem SHVS juga dilengkapi dengan fitur start/stop otomatis. Fitur ini memungkinkan mesin untuk mati secara otomatis saat kendaraan berhenti, misalnya saat lampu merah, dan kemudian menyala kembali begitu pedal gas ditekan.

Fitur ini berguna dalam menghemat bahan bakar, terutama dalam kondisi lalu lintas yang padat. Teknologi SHVS memadukan mesin pembakaran internal dengan Integrated Starter Generator (ISG), serta baterai Lithium-ion.

Baca juga:  Daihatsu Banjir Promo di GJAW 2025, Ada Hadiah 9 Mobil untuk Pengunjung

Aktivitas gerak mobil masih dikerjakan oleh hasil pembakaran internal sebagai utamanya. Sementara baterai dan ISG bertugas memberi bantuan atau dorongan ekstra ketika dibutuhkan.

Seperti saat mobil bergerak atau akselerasi di awal yang merupakan aktivitas cukup berat bagi mobil. Alhasil, tarikan awal terasa lebih enteng dan bisa berkontribusi pada konsumsi bahan bakar minyak (BBM) yang lebih rendah.

Ketika kendaraan membutuhkan akselerasi cepat, energi atau daya yang tersimpan dalam baterai akan memberikan tambahan tenaga pada mesinnya.

Namun, saat kendaraan mencapai kecepatan yang stabil, energi atau daya tersebut akan dialihkan ke komponen listrik seperti lampu, sistem audio, AC dan layar informasi multi-fungsi.

Hal ini memungkinkan mesin untuk fokus pada tugas utamanya, yaitu menghasilkan tenaga saja. Dengan demikian, efisiensi konsumsi bahan bakar meningkat dan kinerja saat mengemudi menjadi lebih baik.

Sehingga, Anda dapat merasakan kenyamanan dan kehalusan perjalanan tanpa mengorbankan efisiensi energi. Teknologi SHVS dari Suzuki menawarkan berbagai keunggulan yang membuatnya menjadi pilihan yang menarik bagi konsumen.

Kelebihan dari kendaraan dengan teknologi ini menawarkan solusi hibrida yang lebih terjangkau dibandingkan dengan kendaraan hibrida penuh maupun listrik penuh. Meski dilengkapi dengan teknologi hibrida ringan, harga kendaraan ini tetap terjangkau untuk konsumen umum.

Ini membuat sistem SHVS menjadi pilihan yang ideal bagi mereka yang ingin menikmati keuntungan kendaraan hibrida tanpa harus merogoh kocek terlalu dalam. [dpid/ADV]

 

Previous article23 Mobil BMW & MINI Jadi Lead Car Maybank Marathon 2025
Next articleSambut HUT RI ke-80, Federal Oil™ dan Proban Hadirkan Program ini