
DAPURPACUID – Menghadapi tren kenaikan biaya operasional kendaraan, efisiensi bahan bakar menjadi prioritas utama para pemilik mobil diesel.
Namun, banyak yang belum menyadari bahwa kehematan BBM tidak hanya bergantung pada gaya mengemudi, melainkan sangat dipengaruhi oleh tingkat kebersihan dan kesehatan komponen internal mesin.
Mesin diesel modern dengan teknologi sistem injeksi bertekanan tinggi sangat sensitif terhadap perawatan berkala. Ketika salah satu komponen terganggu, proses pembakaran menjadi tidak sempurna dan membuat konsumsi BBM makin boros.
“Perawatan berkala harus dipandang sebagai investasi jangka panjang, bukan sekadar respons saat timbul kerusakan. Mesin yang terawat menjaga pembakaran tetap presisi, menekan konsumsi BBM, serta memperpanjang umur komponen,” jelas Mulianto, Tim Brand Owner Pertamina Fastron.
Berikut 6 panduan penting dalam merawat mesin diesel agar performa tetap maksimal dan hemat biaya:
1. Rutin Ganti Filter Bahan Bakar Filter solar bertugas menyaring endapan kotoran dan air sebelum masuk ke sistem injeksi. Filter yang tersumbat akan mengganggu suplai bahan bakar, memicu penurunan performa, hingga merusak komponen injector.
2. Gunakan Bahan Bakar Sesuai Spesifikasi Penggunaan BBM diesel berkualitas sesuai rekomendasi pabrikan sangat penting untuk menjaga kebersihan sistem penyemprotan bahan bakar serta melindungi komponen injeksi bertekanan tinggi dari kehausan dini.
3. Tepat Waktu Ganti Oli dan Filter Oli Oli mesin tidak hanya melumasi dan mendinginkan, tetapi juga menangkap sisa jelaga hasil pembakaran khas mesin diesel. Ganti oli dan filter oli secara berkala agar sirkulasi pelumas tidak tersumbat oleh sedimen kotoran.
4. Bersihkan Ruang Bakar dan Injector (Purging) Setelah kendaraan melintasi jarak tempuh sekitar 20.000 km, lakukan pembersihan saluran injeksi dan ruang bakar (purging) menggunakan cairan non-korosif untuk mengikis deposit karbon sisa pembakaran.
5. Ritual Idling Sebelum Mematikan Mesin Turbo Biasakan melakukan idling (membiarkan mesin menyala tanpa digas) selama 2 hingga 5 menit sebelum mematikan mesin setelah perjalanan jauh. Langkah sederhana ini menjaga sirkulasi pelumasan pada turbocharger tetap stabil sehingga mencegah kerusakan kompresor turbo.
6. Kuras Sistem Pendingin (Cooling System) Mesin diesel beroperasi pada suhu dan tekanan yang sangat tinggi. Lakukan pengurasan dan penggantian cairan coolant setiap jarak tempuh 40.000 km guna mencegah risiko overheat serta kerusakan blok mesin.
Gunakan Oli Diesel dengan Spesifikasi Tepat Selain enam langkah di atas, pemilihan pelumas yang cocok menjadi kunci utama. Oli khusus diesel modern dirancang mampu mengikat jelaga pembakaran sekaligus menahan gesekan ekstrem. Salah satu rekomendasinya adalah Pertamina Fastron Diesel SAE 5W-30, pelumas fully synthetic berstandar ACEA A5/B5 yang diformulasikan untuk memberi perlindungan maksimal sekaligus mendukung efisiensi konsumsi BBM. [dpid/BGS]













