Rudy Bratanusa Maju IMI DKI, Bawa Misi Besar untuk Jakarta

DAPURPACUID — Perebutan kepengurusan khususnya posisi Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) DKI Jakarta mulai memunculkan kandidat dengan gagasan yang cukup ambisius.

Rudy Bratanusa Ekabhakti menyatakan kesiapannya untuk maju dalam kontestasi IMI DKI Jakarta, sekaligus membawa agenda agar Ibu kota kembali memiliki peran lebih besar dalam perkembangan otomotif nasional.

Rudy bukan sosok yang baru mengenal dunia komunitas maupun organisasi otomotif. Rekam jejaknya antara lain pernah memimpin GSrek Indonesia pada 2015-2023.

Termasuk menjabat sebagai President Roadgliders sejak 2022. Ia juga pernah menjadi Vice President HOG Indomobil Jakarta Chapter, untuk periode 2023-2025.

Jejaring lintas komunitas tersebut menjadi salah satu modal, termasuk dukungan mayoritas dari klub-klub otomotif di DKI Jakarta, yang Rudy bawa ketika menawarkan diri memimpin IMI DKI Jakarta.

Pada pertemuan bersama klub-klub pendukung di Jakarta Selatan, Kamis (20/8) lalu, Rudy menyampaikan targetnya jika mendapat kepercayaan memimpin organisasi.

“Kami ingin menjadikan IMI DKI Jakarta sebagai barometer motorsport nasional, melalui even berstandar tinggi, pembinaan atlet secara berkelanjutan, dan organisasi yang profesional, transparan, serta berintegritas,” imbuhnya.

Namun, gagasan Rudy tidak berhenti pada agenda kompetisi. Salah satu rencana yang cukup menarik perhatian yaitu keinginannya menghadirkan sirkuit semi permanen di Jakarta.

Menurut Rudy, fasilitas ini dibutuhkan terutama untuk mendukung pembinaan pebalap motor kecil yang selama ini membutuhkan ruang latihan dan kompetisi yang lebih terarah.

Ia membuka kemungkinan menggandeng Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk merealisasikan fasilitas tersebut. Termasuk mempersiapkan kantor sekretariat permanen IMI DKI.

Dua lokasi yang disebut yakni Jakarta International Stadium (JIS) dan kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK). PIK dinilai punya potensi karena sejumlah kegiatan otomotif seperti drag race dan slalom sudah pernah digelar di kawasan tersebut.

“Kami menampung keinginan dari teman-teman yang aktif di balapan motor kecil. Mereka ingin dibuatkan satu sirkuit di Jakarta untuk pembinaan. Jadi lokasi PIK cukup menarik untuk bisa jadi barometer kegiatan otomotif kita,” terang Rudy.

Jika terealisasi, sirkuit itu tak hanya diarahkan sebagai lokasi perlombaan. Rudy melihatnya sebagai fasilitas pembinaan yang bisa digunakan untuk menumbuhkan bibit baru sekaligus memberikan ruang yang lebih terorganisasi bagi aktivitas motorsport.

Dari total 20 klub di bawah IMI DKI, 13 klub disebut telah menyatakan dukungan kepada Rudy. Dukungan ini turut datang dari sejumlah tokoh yang punya rekam jejak di dunia otomotif.

Salah satunya Prasetyo Edi Marsudi, pendiri Banteng Motorsport. Ia menilai kandidat Ketua IMI DKI perlu memiliki pemahaman sekaligus kecintaan terhadap otomotif.

Rudy dinilai memiliki pengalaman di bidang tersebut, termasuk latar belakangnya sebagai mantan pebalap sekaligus pengalamannya dalam dunia bisnis.

“Harus orang yang mengerti dan mencintai otomotif. Lalu ini untuk Jakarta, jadi harus orang punya kemampuan. Mudah-mudahan teman di klub bisa memilih yang terbaik untuk IMI DKI Jakarta,” kata Pras.

Dukungan juga datang dari GSrek Indonesia. Ahmad Dipoditiro menyebut agenda pembinaan pembalap usia dini dan edukasi keselamatan berkendara menjadi salah satu alasan komunitasnya memberikan dukungan.

“Kita mendukung om Rudy untuk calon DKI 1. semoga dengan terpilihnya beliau otomotif tak hanya di DKI tapi masyarakat luas mendapatkan manfaatnya,” tambah Dipo.

“Karena beliau ini mau memfasilitasi kami-kami yang ada di komunitas, beliau juga concern pengembangan pembalap dari usia dini dan sosialisasi safety ride menjadi agenda utama IMI DKI. Harapannya keselamatan berkendara di Jakarta akan lebih terjamin,” pungkasnya.

Dari sisi pendamping, Rudy juga mendapat dukungan sejumlah figur otomotif, diantaranya Muli Saleh selaku CEO Dewa United Motorsport serta Dimas Danindro.

Nama terakhir memiliki pengalaman sebagai mantan pebalap Formula Asia, pernah menjadi pengurus IMI DKI Jakarta periode 2005-2009, dan kini menjadi penasihat Ikatan Karting Indonesia.

Rangkaian dukungan ini membuat kontestasi IMI DKI Jakarta semakin menarik untuk diperhatikan. Apalagi, agenda yang dibawa Rudy menyentuh beberapa persoalan sekaligus.

Mulai dari fasilitas motorsport, pembinaan atlet, keselamatan berkendara, hingga pembenahan organisasi. Kini tantangannya bagaimana gagasan tersebut dapat diterjemahkan menjadi program yang benar-benar bisa dijalankan.

Sebab, menjadikan Jakarta sebagai barometer otomotif nasional tak cukup hanya dengan banyaknya even. Dibutuhkan fasilitas, pembinaan berjenjang, kalender kompetisi yang konsisten, serta organisasi yang mampu mempertemukan kepentingan komunitas dan industri.

Jika terpilih, Rudy Bratanusa akan memiliki pekerjaan besar untuk membuktikan apakah sejumlah rencana tersebut dapat mengubah wajah motorsport Jakarta. [dpid/TH]