DAPURPACUID – Tergiur harga busi motor yang murah di toko daring (online)? Sebaiknya Anda berpikir dua kali sebelum melakukan checkout.
Di antara beragam suku cadang kendaraan, busi merupakan salah satu komponen yang paling marak dipalsukan dengan kemasan yang dibuat sangat mirip dengan produk standar pabrikan.
Menggunakan busi palsu bukan sekadar membuat tarikan mesin terasa berat, melainkan menyimpan potensi bahaya fatal bagi ruang bakar.
Untuk melindungi mesin motor Honda kesayangan, berikut tiga cara praktis membedakan busi orisinal Honda Genuine Parts (HGP) dengan barang tiruan di pasaran:
1. Cek Detail Cetakan, Ulir, dan Kode Produksi
Busi resmi HGP diproduksi dengan kontrol kualitas yang sangat ketat. Perhatikan bagian drat atau ulir logamnya: busi orisinal memiliki potongan ulir besi yang rapi, halus, dan presisi. Sebaliknya, busi palsu cenderung memiliki ulir yang kasar dan tidak rapi.
Selanjutnya, amati tulisan merek serta kode spesifikasi pada keramik busi. Busi asli memiliki cetakan huruf yang tebal, tajam, presisi di tengah, dan tidak mudah terkelupas saat digesek. Pada busi KW, cetakan angka dan huruf kerap terlihat pudar, miring, serta gampang luntur.
2. Uji Kekokohan Ring Gasket
Cara paling cepat membedakan busi asli dan palsu adalah dengan mengecek ring gasket (cincin logam kecil di pangkal ulir busi).
Pada busi orisinal HGP, ring ini dipasang menggunakan tekanan mesin berteknologi tinggi sehingga menempel sangat kokoh dan tidak bisa dilepas dengan tangan. Sementara pada busi palsu, ring gasket dipasang asal-asalan, terasa longgar, serta mudah dicopot atau diputar dengan jari.
3. Risiko Busi KW: Dari Boros Bensin Hingga Turun Mesin
Material logam pada ujung elektroda busi palsu tidak dirancang untuk menahan suhu ekstrem dan kompresi tinggi. Penggunaan busi tiruan dapat membuat pengapian tidak stabil, tarikan motor ngempos, mesin mendadak mati, dan konsumsi BBM menjadi boros.
Risiko terburuknya, ujung elektroda busi KW sangat rawan meleleh dan patah saat mesin digeber. Patahan logam panas tersebut dapat jatuh ke dalam silinder, menggores dinding blok mesin, serta menghancurkan piston yang berujung pada biaya turun mesin hingga jutaan rupiah. [dpid/BGS]














