1.400 Orang Kepincut BAW Usai Debutnya di GIIAS 2026

DAPURPACUID – Kehadiran Beijing Automobile Works (BAW) di pasar Indonesia melalui GIIAS 2026, mulai menunjukkan respons positif dengan mencatat 1.400 calon konsumen yang tertarik.

Selama pameran, BAW memboyong sejumlah model unggulan yang menjadi bagian dari langkah awalnya memasuki pasar Indonesia, yakni M8, T01, X03, D5, dan T10 Pro.

Pada debutnya para pengunjung tersita perhatiannya pada tampilan T01. Pihak internal BAW mengklaim, selama GIIAS 2026 model tersebut menyumbang sekitar 30 persen dari total minat konsumen.

Setelah T01, ketertarikan pengunjung secara berurutan datang dari model D5, X03, M8, dan T10 Pro. Angka ini jadi gambaran awal mengenai masyarakat terhadap merek BAW yang relatif baru di pasar otomotif Indonesia.

Presiden Direktur PT BAW Automobile Trading Indonesia, Tocy Tang menilai respons selama pameran menjadi modal penting perusahaan untuk melanjutkan langkah berikutnya.

Menurutnya, tingginya ketertarikan menunjukkan konsumen Indonesia cukup terbuka terhadap pilihan merek baru. BAW pun melihat pameran bukan sebagai tujuan akhir, melainkan titik awal untuk membangun kehadiran yang lebih kuat di Indonesia.

“Bagi kami, GIIAS bukanlah akhir dari perkenalan BAW, melainkan awal dari perjalanan kami membangun hubungan jangka panjang dengan konsumen Indonesia,” jelas Tocy.

Dapat Perhatian dari Konsumen Individu

Selain T01 yang menjadi model paling banyak menarik perhatian, BAW juga mencermati respons terhadap M8. MPV listrik premium ini mengedepankan ruang kabin luas, tampilan elegan, serta sistem penggerak listrik.

Tocy menegaskan, ketertarikan minat sebagian besar konsumen individu terhadap BAW M8 cukup menarik. sehingga memiliki peluang untuk diterima tak hanya oleh kalangan korporasi atau bisnis.

“Hal ini mendorong kami untuk mempersiapkan M8 sebaik mungkin sebelum kedatangannya resmi di Indonesia,” tutup Tocy pada keterangan tertulisnya.

BAW masih mempersiapkan langkah lanjutan sebelum M8 dipasarkan secara resmi. Perusahaan ingin memastikan produk yang nantinya hadir dapat memenuhi kebutuhan dan ekspektasi konsumen lokal.

Di sisi lain, BAW juga mulai membangun fondasi industri di dalam negeri. Salah satu langkah yang dilakukan yaitu dengan menggandeng PT Handal Indonesia Motor.

Tujuannya adalah dalam pengembangan rantai pasokan, serta persiapan proses perakitan kendaraan di Indonesia. Pasca mendapatkan gambaran awal dari debutnya di GIIAS, fokus BAW selanjutnya bukan hanya mengejar angka peminat.

Perusahaan perlu membuktikan kesiapan produk, layanan, jaringan, dan ekosistem agar ketertarikan yang muncul selama pameran dapat berkembang menjadi kepercayaan konsumen dalam jangka panjang. [dpid/TH]