DAPURPACUID – Momen bersejarah mewarnai peresmian fasilitas manufaktur PT BYD Motor Indonesia di Subang.
Momen emosional terjadi saat unit BYD M6 DM (Dual Mode) meluncur keluar dari lini produksi sebagai unit kendaraan ke-100.000 BYD yang diproduksi secara lokal di Indonesia.
Sebagai simbol harapan bagi era baru green mobility, Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita bersama Luhut Binsar Pandjaitan membubuhkan tanda tangan langsung di atas kap mobil keluarga berteknologi canggih tersebut.
Fasilitas manufaktur yang dibangun dalam waktu sekitar 20 bulan ini menerapkan standar otomatisasi dan pengendalian mutu presisi tinggi. Lewat sesi factory tour, area produksi BYD Subang terbagi ke dalam tiga rantai utama:
Welding Area (Pengelasan): Menerapkan sistem fleksibel multi-model dengan kombinasi robotik dan otomatisasi canggih. Lini ini sanggup merakit berbagai jenis struktur kerangka bodi mobil dalam satu jalur produksi dengan tingkat presisi milimeter.
Painting Area (Pengecatan): Menggunakan sistem kontrol kualitas terintegrasi untuk memastikan perlindungan korosi jangka panjang sekaligus finishing permukaan cat eksterior yang sempurna.

Painting BYD M6 EV Final Assembly (Perakitan Akhir): Tahap penyatuan seluruh komponen utama, baterai, interior, hingga pengujian kelaikan ketat sebelum kendaraan dikirim ke tangan konsumen.
Sejak resmi hadir di Indonesia pada awal 2024, BYD telah mencatatkan akumulasi pengiriman lebih dari 100.000 unit kendaraan energi baru dengan jaringan yang tersebar di lebih dari 100 lokasi.
Hadirnya teknologi Dual Mode (DM) pendamping varian Pure EV kian memperkuat dominasi BYD. M6 DM bahkan berhasil memimpin penjualan di segmen hybrid plug-in secara konsisten.
“Melalui fasilitas perakitan lokal ini, kami dengan bangga menyampaikan: BYD Made in Indonesia and for Indonesia. Kami siap menghadirkan produk berkualitas tinggi yang lahir dari tangan-tangan talenta terbaik Indonesia,” tutup Presiden Direktur PT BYD Motor Indonesia, Eagle Zhao. [dpid/BGS]














