Kemarau Panjang Mengancam Mobil, 6 Komponen Ini Wajib Dicek

DAPURPACUID – Musim kemarau dengan temperatur tinggi dan kondisi jalan berdebu memberikan beban tambahan terhadap kendaraan. Terlebih jika mobil digunakan setiap hari.

Mengingat kondisi ini, sejumlah komponen perlu mendapat perhatian lebih agar performa tetap optimal dan tidak menimbulkan masalah saat digunakan perjalanan jauh, maupun terjebak kemacetan.

Berdasarkan perkiraan BMKG, musim kemarau tahun ini diprediksi masih berlangsung hingga akhir Oktober mendatang. Kondisi ini membuat pemilik mobil perlu lebih diperhatikan pemilik.

Perhatian tersebut diantaranya pada sistem pendinginan, pelumasan, hingga komponen-komponen di mobil yang bersentuhan langsung dengan permukaan jalan.

Suhu tinggi paling terasa dampaknya ketika kendaraan berada dalam kondisi macet. Aliran udara yang masuk ke ruang mesin jadi lebih terbatas sehingga proses pelepasan panas oleh radiator bisa kurang maksimal.

Beban kerja mesin dan sistem pendinginan pun meningkat. Oli mesin juga memiliki peran dalam membantu mengendalikan temperatur komponen mesin.

Ketika bekerja dalam kondisi panas dan beban tinggi, kualitas pelumas harus tetap terjaga agar perlindungan terhadap komponen mesin tidak berkurang.

Selain temperatur, debu jadi persoalan lain yang perlu diperhatikan. Partikel halus dapat menumpuk di berbagai bagian, terutama komponen yang berhubungan langsung dengan udara luar.

Enam Bagian yang Perlu Diperhatikan

Sistem radiator jadi salah satu prioritas. Pemilik mobil perlu memastikan tidak terdapat kebocoran pada radiator maupun salurannya. Kondisi tutup radiator, kipas pendingin, dan reservoir juga sebaiknya diperiksa.

Begitu pun dengan cairan pendingin perlu berada pada level yang sesuai dan tidak menunjukkan perubahan kondisi yang tidak normal. Selanjutnya adalah oli mesin.

Level pelumas bisa diperiksa lewat dipstick dan harus berada dalam batas yang dianjurkan. Penggantian oli sebaiknya mengikuti jadwal servis berkala dan menggunakan pelumas yang sesuai spesifikasi kendaraan.

Filter udara juga tak boleh luput. Debu yang menumpuk bisa membuat aliran udara menuju mesin terhambat. Akibatnya, respons mesin bisa menurun dan konsumsi bahan bakar berpotensi menjadi kurang efisien.

Termasuk dengan filter bahan bakar dan oli juga perlu diperiksa sesuai jadwal perawatan. Bagian berikutnya ban. Permukaan aspal yang sangat panas ditambah kondisi ban yang sudah aus dapat meningkatkan risiko kerusakan.

Tekanan angin yang terlalu rendah juga membuat dinding ban bekerja lebih berat. Karena itu, tekanan ban perlu diperiksa secara rutin sesuai rekomendasi kendaraan.

Sistem pengereman turut membutuhkan pemeriksaan. Kampas rem yang mulai tipis, kondisi selang dan sambungan, hingga potensi kontaminasi debu perlu diperhatikan.

Gangguan pada sistem rem sebaiknya tidak ditunda karena berkaitan langsung dengan keselamatan. Terakhir, sistem AC menjadi komponen penting ketika kendaraan digunakan dalam cuaca panas.

Filter kabin yang kotor bisa menghambat sirkulasi udara dan membuat kinerja AC menurun. Kondensor yang ada di bagian depan ruang mesin juga perlu dijaga kebersihannya, agar proses pelepasan panas dapat berlangsung dengan baik.

Marketing Division Head Auto2000, Nur Imansyah Tara mengatakan, lini model Toyota telah dibekali komponen yang dirancang untuk penggunaan harian, namun pemeriksaan berkala tetap diperlukan untuk menjaga kondisinya.

“Konsumen tetap harus melakukan pengecekan ke bengkel resmi Auto2000 guna memastikan kondisinya prima dalam kondisi musim kemarau,” jelasnya dalam siaran resmi.

Menurutnya, pemilik kendaraan dapat melakukan servis berkala di seluruh jaringan Auto2000 di Tanah Air, maupun memanfaatkan layanan THS – Auto2000 Home Service.

Pemeriksaan secara rutin menjadi langkah preventif agar potensi masalah dapat diketahui sebelum berkembang menjadi kerusakan yang lebih serius. [dpid/TH]