DAPURPACUID – Kehadiran PT Laris Chandra di Automechanika Jakarta 2026 tidak sekadar jadi ajang memajang deretan produk otomotif. Deretan produk unggulan ditampilkan di booth.
Perusahaan justru membawa konsep yang lebih luas dengan membangun ekosistem produk yang ditujukan untuk menjawab kebutuhan para mitra bisnis di industri otomotif.
Brand Strategist Laris Chandra, Johnson Wijaya mengatakan, melalui pendekatan tersebut menjadi alasan perusahaan membawa sejumlah merek dalam satu kesatuan.
Menurutnya, setiap merek memiliki fungsi berbeda tetapi dapat saling melengkapi kebutuhan partner bisnis. Konsep ini terlihat dari portofolio yang dibawa Laris Chandra kepada para pengunjung.
“Jadi secara supportive product itu kita membuat satu ekosistem, di mana semua brand kita bisa men-support kebutuhan para partner bisnis,” jelasnya disela temu media, Jumat (25/9).
Untuk kebutuhan performa mesin dan berbagai produk pendukungnya, perusahaan mengandalkan STP. Sementara kebutuhan sistem pendinginan kendaraan diisi oleh Prestone.
Untuk perawatan eksterior dan kebutuhan detailing, ada Turtle Wax. Laris Chandra juga membawa AutoGard dengan sejumlah produk perawatan kendaraan yang lebih beragam.

Johnson menegaskan, pola ini sengaja dibuat karena karakter Automechanika Jakarta lebih dekat dengan kebutuhan bisnis dibandingkan pameran yang berorientasi langsung kepada konsumen.
Dengan menghadirkan berbagai kategori produk dalam satu ekosistem, Laris Chandra ingin menawarkan pilihan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan calon mitra.
Perkenalan Produk Prestone Coolant Racing
Di antara deretan produk yang ditampilkan tersebut, Prestone Coolant Racing menjadi salah satu perhatian utama Laris Chandra di Automechanika Jakarta 2026.
Produk ini diperkenalkan sebagai coolant yang ditujukan untuk kebutuhan balap. Berbeda dengan coolant konvensional berbasis ethylene glycol, Prestone Racing menggunakan formulasi berbasis air dan ‘minus’ ethylene glycol.
Johnson menjelaskan, penggunaan formulasi glycol-free berkaitan dengan karakter mobil balap. Pada kondisi balapan, potensi terjadinya insiden yang menyebabkan kerusakan radiator tetap menjadi pertimbangan.
Apabila coolant berbasis ethylene glycol tumpah ke permukaan lintasan, karakter cairannya dapat membuat permukaan aspal menjadi licin.
“Kenapa saya bilang free ethylene glycol? Glycol itu sebenarnya kimia yang bagus untuk coolant, tetapi bisa menjadi masalah untuk aspal. Saat balap apabila terjadi crash dan radiator pecah, cairan bisa mengenai aspal dan membuat permukaannya licin,” paparnya.

Karakter ini menjadi salah satu alasan Prestone Racing diposisikan secara khusus untuk kebutuhan motorsport, bukan sekadar sebagai alternatif coolant untuk kendaraan harian.
Selain aspek tersebut, Johnson menyebut Prestone Racing memiliki kemampuan dalam meredam panas yang menjadi kebutuhan penting ketika mesin bekerja pada kondisi berat.
Karakter ini menjadi pembeda ketika kendaraan digunakan dalam lingkungan yang menuntut sistem pendinginan bekerja lebih optimal. Prestone sendiri memiliki berbagai jenis coolant dengan formulasi berbeda.
Karena itu, karakter Prestone Coolant Racing perlu dilihat sesuai peruntukannya, yakni untuk kebutuhan kendaraan dengan penggunaan performa tinggi dan lingkungan balap.
Adapun rangkaian produk Prestone yang beredar untuk kebutuhan kendaraan umum dapat memiliki formulasi berbeda, termasuk produk berbasis ethylene glycol.
Tak Hanya Mesin Konvensional, EV dan Hybrid Ikut Disiapkan
Selain memperkenalkan produk baru, Laris Chandra juga melihat perubahan teknologi kendaraan sebagai bagian penting dalam membangun ekosistem aftermarket.
Johnson memaparkan, perusahaan sudah mulai menyiapkan sejumlah produk yang dapat mendukung kendaraan hybrid maupun kendaraan listrik. Hal ini jadi relevan karena perkembangan kendaraan elektrifikasi ikut mengubah kebutuhan produk pendukung di sektor aftermarket.

Menurut Johnson, salah satu contoh terdapat pada lini Prestone yang telah disiapkan untuk kebutuhan kendaraan hybrid dan EV sesuai persyaratan penggunaannya.
Sementara dari kategori lain, Laris Chandra juga memiliki produk minyak rem STP DOT 4 yang menjadi bagian dari kebutuhan sistem pengereman kendaraan modern.
Langkah ini menunjukkan, ekosistem yang dibawa Laris Chandra tak hanya diarahkan bagi kendaraan dengan mesin pembakaran internal. Perusahaan juga berupaya menyesuaikan portofolionya dengan perubahan teknologi kendaraan.
Hal ini sejalan dengan arah Automechanika Jakarta 2026 yang turut membawa pembahasan mengenai berbagai teknologi penggerak, termasuk EV, hybrid, sistem baterai, serta teknologi pendukung kendaraan generasi baru.
Bagi Laris Chandra, keikutsertaan di ajang Automechanika Jakarta 2026 akhirnya bukan hanya soal memperkenalkan satu merek maupun satu produk saja.
Pameran ini jadi kesempatan untuk menunjukkan bagaimana STP, Prestone, Turtle Wax, AutoGard, dan beragam produk lain dapat ditempatkan dalam satu ekosistem pendukung kebutuhan industri otomotif.
Di tengah perubahan teknologi kendaraan sekaligus berkembangnya sektor aftermarket, pendekatan tersebut menjadi cara Laris Chandra memperkenalkan portofolio produknya kepada calon partner bisnis.
Sementara Prestone Racing hadir sebagai salah satu produk baru yang membawa karakter berbeda, khususnya karena formulasi glycol-free ditujukan untuk kebutuhan balap. [dpid/TH]














