Mesin Ngelitik, Ini Bahaya Pakai BBM Oktan Rendah di Mobil Hybrid Toyota

DAPURPACUID – Dapur pacu Hybrid Electric Vehicle (HEV) Toyota kini dibekali teknologi pembakaran dalam (Internal Combustion Engine) terkini, termasuk pengaplikasian katup variabel ganda Dual VVT-i.

Kombinasi sistem ini dirancang khusus untuk menghasilkan efisiensi bahan bakar yang sangat tinggi tanpa mengorbankan performa bertenaga.

Namun, untuk menjaga kinerjanya tetap optimal, mesin hybrid memerlukan bahan bakar minyak (BBM) dengan kualitas dan nilai oktan (Research Octane Number/RON) yang sesuai dengan spesifikasi pabrikan. Penggunaan BBM yang salah dapat memicu berbagai potensi masalah, mulai dari penurunan tenaga hingga kerusakan komponen mesin yang fatal.

1. Gejala Knocking Akibat Rasio Kompresi Tinggi

Mesin hybrid modern Toyota umumnya dirancang memiliki rasio kompresi tinggi, bahkan mencapai di atas 13:1. Karakteristik ini membutuhkan bahan bakar yang ramah terhadap tekanan tinggi agar proses pembakaran di dalam ruang bakar tetap terjadi secara presisi.

Penggunaan bahan bakar dengan oktan rendah yang rentan dan mudah terbakar akan membuat bensin terbakar sendiri sebelum busi memercikkan api. Kondisi inilah yang memicu gejala knocking atau ngelitik, ditandai dengan munculnya suara berdenting halus saat pedal gas diinjak terutama sewaktu membawa muatan penuh, menyalip, atau melintasi jalan menanjak.

2. Penumpukan Deposit Kotoran dan Kerusakan Komponen

Pembakaran yang tidak sempurna akibat BBM oktan rendah juga memicu timbulnya kerak atau deposit kotoran di dalam ruang mesin. Endapan ini menempel pada komponen vital dan meningkatkan suhu operasional dapur pacu.

Akibatnya, tenaga mesin terasa tertahan dan konsumsi bahan bakar menjadi jauh lebih boros karena pengemudi cenderung menginjak pedal gas lebih dalam untuk mendapatkan dorongan tenaga. Dalam jangka panjang, fenomena ini akan mempercepat keausan komponen internal mesin.

THS - Auto2000
THS – Auto2000

3. Disiplin Servis Berkala dan Layanan Home Service

Selain disiplin memilih nilai RON yang tepat, pencegahan gejala knocking harus diimbangi dengan perawatan rutin setiap enam bulan sekali di bengkel resmi. Pada sesi servis berkala, kondisi komponen pendukung seperti filter, busi, serta kalibrasi sistem pembakaran akan dikembalikan ke standar ideal pabrikan.

Marketing Division Head Auto2000, Nur Imansyah Tara, menegaskan komitmen Auto2000 dalam menjaga keandalan kendaraan ramah lingkungan Toyota melalui kemudahan purnajual.

“Gejala knocking dan menumpuknya deposit di ruang bakar adalah dua hal yang tidak diinginkan pada mesin hybrid Toyota. Solusinya mudah: gunakan BBM sesuai rekomendasi dan servis berkala di bengkel Auto2000. Sejalan dengan inisiatif Life is Easy with Auto2000, kami menghadirkan layanan THS Auto2000 Home Service untuk servis berkala Hybrid EV Toyota di rumah pelanggan, cukup dengan booking via Auto2000 Digiroom,” ujar Nur Imansyah Tara.

Melalui kepatuhan penggunaan jenis bensin dan rutin melakukan perawatan, pemilik mobil hybrid tidak hanya menjaga kehalusan mesin, tetapi juga menghemat biaya operasional dan menjaga daya tahan kendaraan dalam jangka panjang. [dpid/BGS]