Honda Gelar Pelatihan Safety Riding, Bukan Cuma Soal Ngebut

DAPURPACUID – Kemampuan mengendarai sepeda motor tidak semata-mata diukur dari keberanian rider membuka gas atau kelincahannya saat bermanuver di jalan raya.

Seorang pengendara motor juga perlu memiliki kemampuan membaca situasi, memperkirakan potensi bahaya, serta mengambil keputusan dengan tepat ketika berada di jalan.

Hal ini menjadi salah satu fokus dalam Regional Safety Riding Seminar Honda yang digelar oleh Main Dealer PT Wahana Makmur Sejati (WMS) bersama PT Astra Honda Motor (AHM).

Digelar di Safety Riding Center Wahana Jatake, Tangerang, kegiatan ini melibatkan instruktur diler, safety advisor, serta perwakilan komunitas binaan dari Asosiasi Honda Jakarta (AHJ) dan Asosiasi Honda Motor Tangerang (AHMT).

Pelatihan ini dirancang untuk menyamakan pemahaman mengenai keselamatan berkendara tingkat regional. Peserta tak hanya mendapat materi teori, juga menjalani latihan yang berkaitan langsung dengan kondisi yang berpotensi ditemui ketika berkendara di jalan raya.

Salah satu materi yang diberikan adalah kemampuan mengenali risiko sebelum berubah menjadi kecelakaan. Konsep ini dikenal sebagai Danger Prediction atau prediksi bahaya.

Dalam materi tersebut, para peserta dilatih untuk selalu mengamati lingkungan sekitar dan mengenali indikasi yang dapat memunculkan risiko saat di jalan.

Situasi seperti kendaraan keluar dari gang secara tiba-tiba, pergerakan kendaraan di area blind spot, hingga pintu mobil yang mendadak terbuka menjadi contoh kondisi yang perlu diantisipasi.

Honda menggunakan Honda Riding Trainer (HRT) sebagai salah satu media simulasinya. Perangkat ini membantu peserta memahami bagaimana keputusan harus diambil ketika menghadapi skenario berbahaya di jalan.

Dengan pendekatan ini, peserta tak hanya dituntut mengetahui aturan berkendara, tapi juga membangun kebiasaan untuk mengamati lingkungan sebelum melakukan manuver.

Kondisi Emosi Ikut Menentukan Keselamatan

Aspek lain yang dibahas yakni kondisi psikologis pengendara. Faktor seperti kelelahan, stres, dan emosi bisa memengaruhi kemampuan seseorang dalam merespons situasi di jalan.

Karena itu, peserta diberikan pemahaman mengenai pentingnya mengelola emosi saat berkendara. Pengendara yang mudah terpancing provokasi atau membawa tekanan dari aktivitas sehari-hari ke jalan berpotensi mengambil keputusan yang kurang tepat.

Materi ini menjadi bagian dari pendekatan keselamatan berkendara yang tidak hanya melihat kemampuan teknis, tetapi juga kesiapan mental seseorang sebelum mengendarai sepeda motor.

Teknik Rem dan Manuver Ikut Diuji

Setelah mendapatkan materi teori kelas, peserta juga akan berhadapan dengan sejumlah latihan teknis di lintasan secara langsung pada Safety Riding Center Jatake.

Salah satu materi yang diberikan yaitu pengereman. Peserta dilatih melakukan deselerasi secara terukur agar sepeda motor dapat berhenti dengan stabil tanpa kehilangan kendali.

Latihan keseimbangan juga dilakukan lewat Narrow Plank. Tantangan ini menguji kemampuan peserta menjaga keseimbangan sepeda motor ketika melaju dalam kecepatan rendah, kondisi yang cukup relevan dengan situasi lalu lintas padat.

Selain itu, peserta menjalani Slalom Course untuk mengasah kemampuan mengendalikan arah motor secara presisi. Rangkaian latihan ini mempertemukan pemahaman teori dengan kemampuan pengendalian kendaraan secara langsung.

Didorong Jadi Agen #Cari_Aman

Regional Safety Riding Seminar Honda tidak berhenti ketika peserta menyelesaikan seluruh materi. Mereka juga diharapkan dapat meneruskan pengetahuan yang diperoleh kepada lingkungan masing-masing.

Peserta yang berasal dari komunitas, jaringan diler, maupun kelompok binaan diposisikan sebagai pihak yang dapat membantu memperluas edukasi keselamatan berkendara. Konsep #Cari_Aman jadi salah satu pesan yang dibawa.

Penggunaan perlengkapan keselamatan seperti helm berstandar SNI, jaket, sarung tangan, dan sepatu tertutup ditekankan sebagai bagian dari kebiasaan berkendara, bukan sekadar perlengkapan tambahan.

Edukasi juga diarahkan untuk mengubah cara pandang pengendara terhadap keselamatan. Kemampuan mengendalikan diri, memahami kondisi jalan, dan memperhatikan pengguna jalan lain menjadi bagian dari keterampilan berkendara yang tidak kalah penting dibandingkan kemampuan mengendalikan sepeda motor.

Fasilitas Safety Riding Center Jatake juga dapat dimanfaatkan untuk kegiatan edukasi keselamatan berkendara bagi berbagai kelompok, mulai dari komunitas, institusi pendidikan, perusahaan, maupun masyarakat umum sesuai program yang tersedia.

Melalui fasilitas tersebut, peserta dapat mempelajari teknik berkendara sekaligus mendapatkan pemahaman mengenai cara mengantisipasi risiko di jalan. [dpid/TH]