Hyundai JUMP School Masuk Tahun Ketiga, Kini Hadir di Surabaya

DAPURPACUID – PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) melanjutkan program Hyundai JUMP School Indonesia ke tahun ketiganya dengan memperluas cakupan wilayah hingga Surabaya.

Perluasan ini ditandai dengan bergabungnya Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) sebagai mitra universitas baru, bersama Universitas Indonesia (UI) dan Institut Teknologi Bandung (ITB).

Seremoni digelar pada 7 Oktober 2026 sekaligus menjadi penanda berakhirnya Batch 2, dimulainya Batch 3, serta penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) bersama sejumlah pihak yang terlibat dalam program.

Pada Batch 3, Hyundai JUMP School melibatkan 100 mahasiswa relawan dari tiga perguruan tinggi. Sebanyak 40 mahasiswa berasal dari UI, 30 mahasiswa ITB, dan 30 mahasiswa lainnya dari ITS.

Para relawan ini menjalankan pendampingan di 20 pusat pembelajaran dan sekolah yang tersebar di Jakarta, Bandung, dan Surabaya. Kegiatan mencakup pembelajaran, mentoring, hingga dukungan emosional bagi siswa.

Kenny Lee, President Director HMID mengatakan, perluasan program menjadi bagian dari komitmen perusahaan untuk memberikan kontribusi terhadap pengembangan generasi muda.

Memasuki tahun ketiga program berjalan, Hyundai JUMP School Indonesia mencerminkan keyakinan perusahaan bahwa sebuah kemajuan akan semakin terbukti ketika mampu memberikan dampak positif.

“Melalui program ini, kami ingin memberdayakan generasi muda untuk terus belajar, berbagi, dan menginspirasi generasi berikutnya,” tutur Kenny dalam siaran resminya.

Pihaknya pun menyambut positif bergabungnya civitas ITS bersama UI dan ITB. Perkembangan ini mencerminkan komitmen jangka panjang Hyundai dalam mendukung generasi muda Indonesia.

“Melalui Hyundai JUMP School, kami berharap dampak positif yang tercipta dapat terus berlanjut melampaui setiap batch dan turut membangun komunitas yang semakin kuat di masa depan.”

Program Hyundai JUMP School Indonesia pertama kali berjalan pada September 2024 melalui kolaborasi dengan UI. Batch 1 kemudian berlangsung hingga Juni 2025.

Memasuki Batch 2 pada Oktober 2025, ITB bergabung sebagai mitra sehingga kegiatan tidak lagi hanya berpusat di Jabodetabek, tetapi turut menjangkau wilayah Bandung.

Kehadiran ITS pada Batch 3 membuat Surabaya menjadi wilayah baru dalam pelaksanaan program. Perluasan ini juga menambah jumlah mahasiswa yang terlibat dalam program tersebut.

Hingga Batch 2 berakhir, tercatat 150 mahasiswa telah menjadi relawan. Dengan tambahan 100 mahasiswa pada Batch 3, jumlah kumulatif peserta dari kalangan mahasiswa mencapai 250 orang.

Ddari sisi penerima manfaat, Hyundai JUMP School diperkirakan telah menjangkau sekitar 1.400 siswa melalui kegiatan pembelajaran dan mentoring sejak pertama kali diperkenalkan di Indonesia.

Direktur Kemahasiswaan dan Alumni UI, Dadan Erwandi menuturkan, pengalaman yang diperoleh mahasiswa melalui program ini dapat melengkapi proses pembelajaran di lingkungan kampus.

Dijelaskan, melalui inisiatif ini civitas UI berkesempatan untuk belajar di luar ruang kelas dengan terlibat langsung bersama masyarakat sekaligus mendukung perkembangan siswa yang lebih muda.

“Kami yakini pengalaman seperti ini penting dalam membentuk mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan kesiapan untuk berkontribusi bagi masyarakat.”

Di sisi lain, Muhamad Insanu, Direktur Kemahasiswaan ITB, menilai keberlanjutan program memberikan ruang bagi mahasiswa mengembangkan kemampuannya di luar aspek akademis.

Keberlanjutan partisipasi mahasiswanya dalam Hyundai JUMP School mencerminkan komitmen ITB dalam memberikan kesempatan belajar melalui keterlibatan sosial dan kolaborasi.

Tak hanya berbagi pengetahuan, para mahasiswa relawan juga didorong mengembangkan empati, kemampuan komunikasi, kepemimpinan, dan rasa tanggung jawab lebih kuat terhadap komunitas di sekitar mereka.

“Seiring terus berkembangnya program ini, kami berharap kolaborasi ini dapat menciptakan dampak yang semakin luas dan berkelanjutan bagi mahasiswa maupun masyarakat,” tandasnya.

ITS Bawa Hyundai JUMP School ke Surabaya

Masuknya ITS jadi bagian penting dari ekspansi program ini. Sebanyak 30 mahasiswa ITS akan terlibat sebagai relawan dan menjalankan kegiatan pendampingan di Surabaya.

Nurul Widiastuti, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan ITS, menyambut kolaborasi ini sebagai kesempatan bagi mahasiswa mendapat pengalaman langsung di masyarakat.

Menurutnya program ini menghadirkan inisiatif pembelajaran kolaboratif di Surabaya. Program ini memberi kesempatan bagi mahasiswa menerapkan pengetahuan di luar lingkungan universitas.

“Sekaligus mengembangkan empati, kemampuan kepemimpinan, serta pemahaman lebih mendalam terhadap komunitas di sekitar mereka. Kami berharap kolaborasi ini menciptakan pengalaman belajar, baik bagi mahasiswa maupun para siswa yang mereka dampingi,” tutup Nurul.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa relawan akan berinteraksi secara rutin dengan siswa untuk memberikan pendampingan belajar dan dukungan emosional. Mereka juga memperoleh bimbingan dari mentor profesional.

Termasuk para karyawan Hyundai dan profesional dari berbagai bidang. Pola tersebut membuat Hyundai JUMP School tidak hanya berorientasi pada transfer pengetahuan.

Mahasiswa juga mendapat kesempatan meningkatkan kemampuan komunikasi, kepemimpinan, kepedulian sosial, serta kompetensi personal dan profesional.

Hyundai JUMP School pertama kali diperkenalkan di Korea Selatan pada 2013. Program tersebut kemudian berkembang ke sejumlah negara, termasuk Vietnam dan Indonesia.

Program mengusung pola mentoring yang mempertemukan siswa sekolah, mahasiswa relawan, dan mentor profesional. Melalui model tersebut, setiap pihak memiliki peran dalam proses pembelajaran sekaligus memberikan kontribusi kepada peserta lainnya. [dpid/TH]