Harley-Davidson Tinggalkan King of the Baggers, Ini Alasannya

DAPURPACUID – Harley-Davidson mengubah arah program balapnya mulai 2027 mendatang, dengan membagi strategi menjadi dua fokus utamanya, yakni kompetisi level premier.

Termasuk program balap yang lebih mudah diakses oleh berbagai kalangan pengendara. Dalam skema baru ini, pabrikan moge asal Amerika Serikat tersebut akan meningkatkan investasi untuk FIM Harley-Davidson Bagger World Cup, kejuaraan yang dikembangkan bersama MotoGP, IRTA, dan FIM.

Di sisi lain, program grassroots akan membuka kesempatan berkompetisi bagi para pemilik Harley-Davidson dengan beragam tingkat pengalaman dan disiplin balap.

Presiden dan CEO Harley-Davidson, Artie Starrs mengatakan, strategi ini dirancang guna memperluas keterlibatan komunitas sekaligus mempertahankan daya saing merek di lintasan.

“Strategi balap kami yang berkembang menginspirasi kita semua untuk berkendara dengan menempatkan sepeda motor Harley-Davidson tercepat di panggung terbesar,” tuturnya.

“Sekaligus membawa semangat kompetitif yang sama kepada audiens lebih luas melalui program grassroots,” ujar Starrs dalam keterangan tertulisnya (7/10).

Untuk perhelatan Bagger World Cup, pihak Harley-Davidson berencana menambah lagi jumlah tim, pebalap, hingga seri balapan di sepanjang 2027 mendatang.

Pengembangan ini menyusul musim perdana yang dinilai memberi hasil positif, dengan lima pemenang berbeda, seluruh tim berhasil naik podium, serta persaingan gelar yang berlangsung hingga putaran terakhir.

Direktur Global Racing Programs Harley-Davidson, Jeffrey Schuessler menyebut, keberhasilan musim perdana menjadi modal untuk memperbesar kejuaraan tersebut.

2026 FIM Harley-Davidson Bagger World Cup, 25.-28. June 2026, BWC, Round 03, Assen, Netherlands

Namun, hal paling membanggakannya bagaimana tim, pebalap, mitra, diler, dan seluruh komunitas Harley-Davidson memberi dukungan penuh terhadap kejuaraan ini dan turut menghidupkannya di seluruh dunia.

“Ini hanyalah garis start. Kini kita memiliki landasan yang luar biasa untuk melangkah lebih jauh, dan peluang besar menanti kita di depan,” pungkasnya.

Selain sebagai ajang kompetisi, Bagger World Cup juga akan dimanfaatkan guna mengembangkan teknologi performa yang dapat diterapkan pada motor produksi massal dan komponen ‘Screamin Eagle’.

Perubahan strategi ini sekaligus menandai berakhirnya partisipasi resmi Harley-Davidson Factory Racing di MotoAmerica King of the Baggers, setelah musim 2026 berakhir.

Meski mundur dari dukungan tim pabrikan di kejuaraan tersebut, Harley-Davidson tetap mengapresiasi peran MotoAmerica dalam membangun popularitas kategori balap bagger.

Selama berkompetisi, Harley-Davidson Factory Racing berhasil mengoleksi tiga dari enam gelar nasional yang diperebutkan dalam sejarah kategori itu. Kyle Wyman juga tercatat sebagai pebalap tersukses di kelas itu dengan raihan 27 kemenangan individu.

Jason Kehl, Technical Director sekaligus Team Principal Harley-Davidson Factory Racing, menyampaikan apresiasi kepada MotoAmerica dan rival mereka, Indian Motorcycle Racing, atas persaingan yang mendorong perkembangan kompetisi.

Ke depan, pengalaman teknis, pengembangan mesin, dan pengetahuan performa dari program Factory Racing akan diarahkan untuk mendukung Bagger World Cup, pengembangan sepeda motor, serta komponen performa turunan balap.

Rincian tambahan mengenai tim dan kalender Bagger World Cup 2027 dijadwalkan bakal diumumkan dalam beberapa bulan mendatang. [dpid/TH]