Penyebab Ban Motor Sering Selip di Tikungan, Ternyata Ini Kesalahan Pengendara

DAPURPACUID – Sebagian pengendara beranggapan bahwa cara berbelok yang benar adalah meniru gaya pembalap sirkuit dengan memiringkan badan secara ekstrem. Padahal, menerapkan gaya cornering ala sirkuit di jalan raya justru berbahaya dan berisiko tinggi memicu kecelakaan.

Berkendara di jalan umum membutuhkan fokus serta ketenangan. Memiringkan bodi kendaraan berlebihan tanpa perhitungan matang dapat mengganggu keseimbangan dan menghilangkan cengkeram ban.

Main Dealer sepeda motor Honda area Jakarta-Tangerang, PT Wahana Makmur Sejati (Wahana Honda), membagikan tiga panduan dasar teknik berbelok yang aman dan stabil bagi pengendara harian.

1. Rampungkan Pengereman Sebelum Memasuki Tikungan

Salah satu kekeliruan fatal yang kerap terjadi adalah menarik tuas rem dengan keras saat posisi sepeda motor sudah dalam keadaan miring. Ketika motor miring, area telapak ban yang menempel pada aspal jauh lebih sedikit dibanding saat posisi tegak.

Mengerem mendadak dalam posisi miring akan menghilangkan daya cengkeram ban secara drastis hingga memicu selip. Trik yang tepat adalah menyelesaikan pengereman lebih awal ketika motor masih melaju lurus. Setelah kecepatan berkurang dan dalam batas aman, lepas tuas rem secara perlahan lalu biarkan motor mengalir mengikuti arah tikungan.

2. Fokuskan Pandangan ke Arah Ujung Jalan Keluar

Arah pergerakan setang kemudi secara alami akan mengikuti fokus pandangan mata pengemudi. Jika pengendara panik dan malah melihat ke arah selokan, lubang, atau pembatas jalan saat berbelok, sepeda motor cenderung akan melaju menuju objek tersebut.

Untuk menjaga kestabilan, putar kepala dan arahkan pandangan mata jauh menatap area jalan keluar tikungan. Arah pandangan yang tepat akan memandu otak mengarahkan posisi badan dan tangan untuk mengendalikan setang motor secara intuitif.

3. Postur Tubuh Rileks dan Jaga Keseimbangan

Postur tubuh kaku atau terlalu memiringkan badan secara berlebihan dapat membuat motor sulit dikendalikan. Pengendara sebaiknya membiarkan bodi tubuh mengikuti kemiringan kendaraan secara natural (lean-with-bike).

Pegang setang kemudi dengan rileks dan posisikan siku tangan sedikit menekuk untuk meredam getaran jalan. Pastikan kedua telapak kaki menempel tenang di dek pijakan. Hindari kebiasaan menurunkan kaki ke aspal saat motor sedang berjalan miring karena dapat merusak keseimbangan dan berisiko memicu cedera.

Guna menunjang kemudahan manuver di jalan raya, Wahana Honda menyediakan pilihan skutik modern seperti Honda Vario 160 yang dibekali rangka presisi serta profil ban lebar untuk kestabilan ekstra. Konsumen di wilayah Jakarta dan Tangerang dapat mengunjungi jaringan diler resmi Wahana Honda untuk mendapatkan informasi program pembiayaan dan simulasi angsuran yang bersahabat. [dpid/BGS]