LOS ANGELES (DP) – Di tengah penantian jadwal peluncuran Toyota Supra, Toyota dikabarkan juga ingin menghidupkan kembali dua model sport lawas lainnya, yakni Celica dan MR2.
Menurut laporan Road and Track, assistant chief engineer Toyota Supra, Masayuki Kai, menyatakan akhir pekan lalu bahwa pihaknya menginginkan kembalinya Celica dan juga MR2.
Pernyataan Kai itu menanggapi pertanyaan apakah Toyota memutuskan untuk mendahulukan memproduksi kembali Supra karena model ini memiliki permintaan terbesar di pasar. Kini model sport tersebut tinggal menantikan jadwal peluncurannya, sehingga ada peluang model sport selanjutnya yang disiapkan Toyota adalah Celica atau MR2.
Kai menyebutkan belum banyak detail dari Celica yang bisa diungkap, tapi ia mengindikasikan bahwa Celica model terbaru kelak sebagai model kupe yang dibekali sistem penggerak semua roda (all-wheel drive). Sedangkan MR2 model anyar, sepertinya masih akan mengadopsi layout mesin tengah seperti aslinya.
Mobil sport diakui Kai relatif kecil permintaannya, terlebih model seperti ini menggunakan banyak komponen yang tidak dapat dipakai oleh banyak model lainnya. Untuk mengatasi masalah ini, menurut Kai, solusinya adalah menggandeng pabrikan lain, seperti yang dilakukan Toyota bersama BMW untuk mengembangkan new Supra, dan bersama Subaru untuk 86 dan BRZ.
Sejauh ini belum diketahui apakah ada pabrikan lain selain BMW yang bersedia bekerjasama dengan Toyota untuk mengembangkan mobil sport anyar. Tapi Kai menghargai apa yang telah dijalin bersama Mazda, dan ia yakin akan banyak yang bisa dipelajari Toyota dari pabrikan sesama Jepang itu. Kai juga menegaskan bahwa tanpa adanya kemitraan antara BMW dan Toyota, mungkin tak akan lahir new Z4 atau Supra.
Meski menarik untuk berharap kelahiran kembali new Celica atau MR2, tapi kedua model yang dihentikan produksinya pada medio 2000-an itu terus merosot penjualannya di akhir-akhir masa hidupnya. Toyota MR2 tak terlalu heboh kehadirannya di Amerika Serikat, setelah sempat terjual sebanyak 32.309 unit pada 1985, kemudian angka penjualannya anjlok menjadi hanya ribuan unit menjelang penghentian produksinya. Sementara Celica jauh lebih baik performa penjualannya, yakni sempat terjual lebih dari 50.000 unit pada 2000-an, tapi setelah itu turun drastis. [dp/TGH]














