Motor Listrik Karya Bangsa ini Bakal Tampil di Makau | dapurpacu.id

Motor Listrik Karya Bangsa ini Bakal Tampil di Makau


DAPURPACU – Satu lagi karya anak bangsa di industri otomotif bakal diperkenalkan di dunia. Galeri The Arsenale, Makau, menjadi debut dunia dari sepeda motor listrik Katalis EV.1000.

Produk dari Katalis Company ini, menurut rilis resmi Kementerian Perindustrian, bakal tampil perdana galeri otomotif terkemuka di dunia asal Perancis itu akhir September mendatang. Sementara proses pengirimannya akan dilakukan akhir Agustus ini.

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin, Gati Wibawaningsih mengapresiasi Katalis yang telah berkontribusi dalam menciptakan sepeda motor listrik Katalis EV.1000.

Hal ini, lanjut Gati, membuktikan karya anak bangsa mampu menciptakan kendaraan yang ramah lingkungan sesuai tren pasar global. Sebagai informasi, galeri The Arsenale menawarkan alat transportasi dan produk-produk yang mengedepankan inovasi desain dan teknologi.

Di atas kertas, Katalis EV.1000 dibekali motor listrik berkapasitas 1.000 watt dari baterai 48V 45Ah, dengan pengatur berdaya 48-72 Volt. Kecepatan maksimal motor ini diklaim mencapai 80 km/jam, dengan jarak tempuh 90 km untuk sekali pengisian daya.

Desainnya sendiri mengaplikasi bentuk dari pesawat tempur, sehingga menonjolkan kesan kokoh dan garang. Gati berpendapat Katalis akan mampu mendapatkan segmen khusus bagi penggemar desain kendaraan bermotor yang atraktif dan inovatif.

Untuk itu, Dirjen IKMA meminta agar Katalis menjaga hak kekayaan intelektual pada desain inovatifnya, seiring upaya untuk terus menerus meningkatkan produktivitas dan efisiensi proses.

Meski begitu, Gati maupun pihak Katalis Company tidak memaparkan lebih detil apakah motor ini kedepannya bakal diproduksi dan dipasarkan di Tanah Air.

Hanya saja, Pemerintah telah menegaskan pada 2021 bakal menerapkan insentif bagi kendaraan listrik, yang tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik (KBL) Berbasis Baterai (Battery Electric Vehicle) untuk Transportasi Jalan.

“Pada pasal 8 di Perpres itu disebutkan penggunaan komponen dalam negeri untuk kendaraan bermotor listrik berbasis baterai beroda dua dan/atau tiga pada tahun 2019-2023 minimum 40%,” sebut Gati.

Dengan segala insentif itu, diharapkan industri kendaraan listrik dapat tercipta di Tanah Air. Regulasi ini antara lain mengatur tentang tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) bagi industri kendaraan bermotor listrik berbasis baterai dan industri komponennya

Kemenperin berharap pengembangan kendaraan bermotor listrik ini dapat melibatkan pelaku industri kecil menengah (IKM) komponen otomotif yang berada di sentra-sentra produksi. Sudah cukup banyak dari IKM komponen otomotif tersebut menjadi bagian dari rantai suplai industri otomotif sebagai Tier 2 dan 3.

Sebanyak 20% dari produksi nasional mobil atau pun motor pada 2025 diproyeksikan datang dari kendaraan listrik. Untuk sepeda motor, jumlahnya diprediksi setara dengan 2 juta unit.

“Keberadaan motor listrik dalam negeri seperti Katalis perlu lebih dikenal masyarakat, salah satunya melalui keikutsertaan pada pameran modifikasi maupun pameran otomotif secara umum,” tutup Gati. [dp/MTH]