DAPURPACUID – Hyundai Motor semakin serius memperkuat bisnis kendaraan listrik di India, melalui pengembangan SUV kompak yang diproyeksikan menjadi model entry-level.
Mobil yang diduga bernama IONIQ P tersebut akan menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk memperluas pasar kendaraan listrik dengan harga lebih terjangkau.
Rencana kehadiran model ini terungkap dalam paparan kinerja keuangan kuartal ketiga Hyundai. Perusahaan menyebut akan memperkenalkannya di India, setelah peluncuran Bayon.
Meski demikian, nama tersebut belum mendapatkan konfirmasi resmi dari Hyundai Motor dan masih dikaitkan dengan kendaraan berkode pengembangan HE1i.
Sejumlah prototipe dibalut kamuflase juga telah terlihat menjalani pengujian. Salah satunya tertangkap berada di sekitar fasilitas produksi Hyundai di Sriperumbudur, Chennai, India.

Dari sisi penempatan produk, SUV listrik anyar ini diperkirakan berada di bawah Creta Electric. Artinya, Hyundai berpotensi menawarkan kendaraan listrik dengan ukuran lebih ringkas, untuk menjangkau konsumen yang menginginkan SUV elektrifikasi dengan harga lebih kompetitif.
Managing Director sekaligus CEO Hyundai Motor India, Tarun Garg mengatakan, perusahaan tengah mempersiapkan peluncuran kendaraan listrik untuk segmen pasar massal.
“Peluncuran Bayon menandai dimulainya siklus produk emas kami. Kami juga sepenuhnya siap meluncurkan kendaraan listrik khusus massal pada kuartal keempat tahun fiskal 2027,” ungkap Tarun.
India dipilih bukan tanpa alasan. Hyundai telah menyiapkan investasi sebesar US$15,5 miliar hingga 2032, untuk memperbesar kapasitas manufaktur dan memperkuat rantai pasokan lokal.
Lewat langkah ini, perusahaan menargetkan kemampuan produksi mencapai 1,1 juta unit per tahun pada 2030. Ioniq P juga diproyeksikan menjadi mobil listrik pertama Hyundai di segmen itu, yang diproduksi secara lokal di India.

Selain memenuhi kebutuhan domestik, fasilitas produksi tersebut juga berpeluang mendukung ekspor ke berbagai negara di dunia.
Hyundai sendiri telah menjadikan India sebagai salah satu pusat ekspor kendaraan ke Inggris, Amerika Tengah, Amerika Selatan, dan Timur Tengah.
Namun, perusahaan belum mengungkap negara mana saja yang akan menjadi tujuan pemasaran SUV listrik barunya. Strategi tersebut sejalan dengan performa pasar India yang cukup positif.
Pada kuartal ketiga, penjualan Hyundai di negara tersebut tumbuh 9,5 persen menjadi lebih dari 150.000 unit. Angka ini berbanding terbalik dengan penjualan global perusahaan yang turun sekitar 10 persen dibanding periode sama tahun sebelumnya.
Jika terealisasi sesuai rencana, Ioniq P menjadi langkah penting Hyundai dalam memperluas segmen kendaraan listrik massal, sekaligus memperkuat posisi India sebagai salah satu basis produksi dan ekspor strategis perusahaan. [dpid/TH]















