Teknisi Isuzu Indonesia Kurang Beruntung di Pentas Internasional | dapurpacu.id

Teknisi Isuzu Indonesia Kurang Beruntung di Pentas Internasional

Sebelum masa pandemi, kontes antar mekanik Isuzu dilakukan secara langsung.

DAPURPACU – Keberuntungan nampaknya belum berpihak pada perwakilan Isuzu Indonesia di ajang kompetisi I-1 Grand Prix.I-1 Grand Prix, Jepang akhir November 2020 lalu.

Dua teknisi Isuzu terbaik Indonesia, yakni Engkus Setiadi dari Astra Isuzu Cirebon dan Rakhmad Bastian dari dealer Dwijaya Isuzu Mojokerto, hanya mampu mempersembahkan posisi 5 untuk kategori Team serta urutan ke 6 untuk Individual.

Disebutkan, pada ajang yang rutin digelar setiap tahunnya di Isuzu Manufacturing Service Training Center (MSTC), Fujisawa, Kanagawa, ada perubahan dalam sistemnya.

Bila tahun-tahun sebelumnya kompetisi dibedakan antara negara-negara maju dan negara berkembang, untuk kali ini tidak terdapat pemisahan kategori.

Sebagai informasi, tahun ini, ajang kompetisi teknisi Isuzu Global diikuti 44 negara, di mana tiap negara hanya diwakilkan 2 mekanik tanpa adanya pendamping (coach).

Perwakilan teknisi Isuzu Indonesia di ajang I-1 Grand Prix, Jepang.

Selain itu, pelaksanaan kompetisi berlangsung secara virtual atau e-competition, dikarenakan pandemi Covid-19 masih berlangsung di negara itu.

Benny Dwyanto, General Manager Service Divison PT Isuzu Astra Motor Indonesia mengakui bahwa persiapan kompetisi tahun ini lebih menantang dibanding tahun-tahun sebelumnya, yang dikarenakan harus beradaptasi dengan cara baru.

“Peserta ditantang untuk terbiasa dengan cara baru via digital, sehingga kemampuan diagnosa dan skill saja tidak mencukupi,” ujar Benny, dalam siaran resminya, Selasa (15/12).

“Pada kompetisi tahun ini, di mana tidak ada pengkategorian negara maju dan berkembang, maka semua peserta memiliki kesempatan yang sama, everybody started from zero,” tambahnya.

Ada dua jenis kompetisi, yaitu Technical Knowledge E-Competition, kompetisi kemampuan pengetahuan tentang teknik otomotif. Kemudian Virtual Diagnosis E-Competition, kemampuan diagnosa dan problem solving atas trouble yang terjadi pada kendaraan yang disimulasikan dalam bentuk virtual.

Terdapat satu lagi kategori lomba yang baru diadakan pada tahun ini, yaitu Supporter Contest. Pada lomba ini, setiap negara diminta membuat video kreatif bertemakan dukungan terhadap negara masing-masing.

Pemenang ditentukan oleh jumlah vote terbanyak selama periode tertentu. Beruntung, untuk kompetisi ini Indonesia mendapatkan juara kedua setelah Bangladesh.

Fuad Hasyim, Training Center Head IAMI mengaku, dalam menentukan perwakilan teknisi yang terjun di kompetisi tingkat dunia itu harus melakukan serangkaian adaptasi baru.

“Tahun sebelumnya, kami melaksanakan kompetisi yang sama untuk tingkat nasional, di mana pemenang dari kompetisi ini harus melakukan masa karantina berlatih dan belajar selama 2 bulan,” imbuhnya.

“Tahun ini, karantina juga dilakukan secara virtual dari dealer masing-masing, dipandu oleh instruktur IAMI selama 6 minggu untuk selanjutnya diundang ke Training Center untuk masa pemantapan selama 2 minggu,” jelas Fuad lebih lanjut.

Meski begitu, Ernando Demily President Director IAMI mengapresiasi prestasi yang telah diraih perwakilan tim mekanik Isuzu Indonesia, yang menjadi bukti IAMI terus berupaya memberikan pelayanan purna jual terbaik.

“Didukung mekanik-mekanik yang handal, kualitas yang diakui oleh international dan fokus kepada kebutuhan customer dalam perjalanan bisnisnya,” tutup Ernando. [dp/MTH]

Daftar Pemenang I-1GP Tahun 2020
Kategori Team
1. Taiwan
2. Japan
3. Phillipines
4. Egypt
5. Indonesia
6. Guatemala

Kategori Individual
1. Japan
2. Taiwan
3. Costa Rica
4. Phillipines
5. Taiwan
6. Indonesia – atas nama Rakhmad Bastian