DAPURPACU – Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat yang mulai dilaksanakan hari ini, Sabtu (3/7) sampai 20 Juli nanti membuat aktivitas berkendara otomatis terhenti.
Dalam situasi tersebut bisa dimanfaatkan untuk merawat kembali mobil Anda. Selain urusan eksterior, ada baiknya tengok juga sektor ‘jeroan’, salah satunya merawat transmisi atau biasa disebut girbok.
Namun yang perlu diketahui adalah soal perlakuannya, dimana ada dua tipe transmisi yang dipasangkan di kendaraan yakni manual dan otomatis atau biasa disebut matik.
Masing-masing jenis transmisi memiliki kelebihan dan kekurangan, termasuk cara merawatnya supaya dapat bekerja optimal dalam membantu mobilitas saat digunakan lagi.
Sebelum memulainya kenali dulu perbedaannya. Transmisi manual lebih dahulu digunakan karena mekanisme kerjanya tidak rumit.
Seiring berkembangnya teknologi, transmisi matik mulai dimanfaatkan karena meniadakan pedal kopling, membuat pengguna mobil merasa lebih nyaman karena tidak perlu menggunakan pedal kopling ketika berkendara, terlebih disaat kondisi macet.

Meski demikian, transmisi manual diklaim jauh lebih andal di rute tol atau antar kota yang bebas macet karena sanggup menyalurkan tenaga (akselerasi) lebih cepat.
Walau begitu, perlu diketahui perawatan kedua jenis transmisi ini oleh para pemilik mobil sehingga lebih aman dalam berkendara.
Perawatan Transmisi Manual
Tahap pertama yang wajib dirawat adalah kopling mekanis. Hindari kebiasaan buruk seperti tidak menekan pedal kopling secara benar saat perpindahan gigi atau kasar saat melepas dan menekan.
Hindari pula kebiasaan menahan setengah kopling saat di tanjakan karena akan mempercepat keausan pada kampas kopling. Jangan juga meletakkan kaki di pedal kopling saat mobil berjalan karena akan mempercepat keausan kopling.
Tak kalah penting adalah menjaga kualitas oli transmisi manual yang bekerja melumasi gigi transmisi, synchromesh, dan komponen lain di dalam rumah transmisi.
Oli transmisi manual yang terjaga kualitasnya akan melindungi gigi transmisi, memudahkan perpindahan gigi, dan menambah panjang usia pakai transmisi.

Perawatan Transmisi Otomatis
Lalu transmisi otomatis yang memanfaatkan tekanan oli dan torque converter untuk menggerakkan perpindahan giginya. Torque converter menggantikan kopling mekanis dan seluruh komponen yang berada di dalam transmisi terendam oli.
Artinya, di sini pelumas memegang peran penting dalam menjaga performa transmisi matik. Automatic Transmission Fluid (ATF) bertugas untuk melumasi seluruh komponen bergerak, baik di dalam torque converter maupun rumah transmisi.
Selain itu, ATF juga harus menyalurkan tenaga hidrolis bertekanan tinggi untuk mengoperasikan kopling dalam rangka menyalurkan daya mesin dan melakukan perpindahan gigi.
Yang patut diperhatikan adalah penggunaan ATF yang salah akan mempengaruhi performa transmisi matik. [dp/MTH]














