Bukan Sekadar Camping, Ada Misi EV di Balik JFIVER Journey

DAPURPACUID – Puluhan pemilik Jaecoo J5 EV secara serentak berkumpul di kawasan Wood Forest Camping Ground, Cikole, Lembang, Bandung Barat, akhir pekan lalu (5-6/9).

Bersama dengan anggota keluarganya, para member komunitas JFIVER ini hadir untuk meramaikan kegiatan Camping Journey 2026, yang dikemas dalam suasana santai dengan konsep berkemah.

Lebih dari 57 unit Jaecoo J5 EV dan sekitar 200 peserta yang datang dari wilayah Jabodetabek, Bandung, serta Surabaya turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut.

Acara ini tak hanya jadi agenda berkumpul atau melakukan perjalanan bersama. Interaksi antaranggota juga memperlihatkan bagaimana kendaraan listrik mulai berkembang menjadi bagian dari gaya hidup dan aktivitas sosial penggunanya.

Seperti diketahui, perkembangan kendaraan listrik di Indonesia tidak hanya terlihat dari semakin banyaknya model EV yang beredar dari berbagai merek di jalan.

Di balik pertumbuhan itu, muncul pula komunitas yang menjadi ruang bertemunya pemilik, pengguna, hingga orang-orang yang memiliki ketertarikan terhadap teknologi mobil listrik. Salah satunya JFIVER.

Sebagai sponsor utama, PT BFI Finance Indonesia (BFI Finance) hadir untuk menjawab kebutuhan finansial pemilik kendaraan listrik, seiring dengan perubahan pilihan mobilitas.

Business Insight & Marketing Communication Head BFI Finance, Anov Finanda mengatakan, partisipasi ini menjadi kesempatan membangun hubungan lebih dekat dengan komunitas pengguna kendaraan listrik.

Menurutnya dalam siaran resmi (10/9), pertumbuhan gaya hidup berbasis kendaraan listrik membutuhkan dukungan solusi finansial yang dapat mengikuti kebutuhan masyarakat.

Karena itu, lanjut Anov, BFI Finance tak hanya melihat EV dari sisi pembelian, juga berbagai kebutuhan finansial yang mungkin muncul pasca konsumen memiliki mobil listrik.

“BFI Finance berkomitmen menghadirkan solusi keuangan yang adaptif terhadap perkembangan gaya hidup masyarakat, khususnya pengguna kendaraan listrik,” tutur Anov.

Pendekatan ini sekaligus memperkuat strategi BFI Finance dalam membangun positioning sebagai salah satu first-mover di pasar pembiayaan kendaraan listrik.

Baik itu melalui pembiayaan kepemilikan mobil listrik bekas maupun fasilitas dana tunai berbasis jaminan BPKB roda empat listrik.

Pembiayaan EV Mulai Menjadi Pilihan Alternatif

Sepanjang acara, BFI Finance turut membuka ruang konsultasi lewat booth yang bisa dimanfaatkan anggota komunitas untuk mengenal berbagai pilihan pembiayaan.

Dua produk yang diperkenalkan yakni Dana Express Mobil untuk kebutuhan dana tunai dengan jaminan BPKB mobil listrik, serta Kredit Cepat Mobil (KCM) EV yang ditujukan bagi masyarakat yang ingin membeli mobil listrik bekas.

Secara detail, produk Dana Express Mobil memberikan opsi bagi pemilik kendaraan untuk memperoleh dana tanpa harus melepas mobil yang digunakan.

Fasilitas tersebut menawarkan Loan to Value (LTV) hingga 80 persen, tenor maksimal empat tahun, serta suku bunga mulai 0,78 persen flat per bulannya.

Sementara KCM EV menyasar konsumen yang mencari mobil listrik bekas. Pilihan kendaraannya mencakup sejumlah merek yang sudah hadir di Indonesia, seperti Jaecoo, BYD, Hyundai, Wuling, dan Chery.

Program ini menawarkan uang muka mulai 35 persen dengan suku bunga mulai 0,6 persen per bulan. Khusus anggota JFIVER, tersedia pula program Privilege Diskon Admin Rp1 juta untuk pengajuan pembiayaan, yang berlaku hingga 30 September 2026, sesuai ketentuan yang berlaku.

Komunitas Punya Peran dalam Perkembangan EV

Bagi perusahaan pembiayaan seperti BFI Finance, interaksi secara langsung dengan komunitas memberikan kesempatan untuk memahami kebutuhan konsumen secara lebih dekat.

Pola ini berbeda dengan pendekatan yang hanya mengandalkan komunikasi produk melalui kanal pemasaran. Kehadiran komunitas menjadi semakin penting ketika kendaraan listrik mulai memasuki kehidupan sehari-hari.

Pengguna dapat saling bertukar pengalaman mengenai penggunaan kendaraan, perjalanan, perawatan, hingga berbagai hal yang berkaitan dengan kepemilikan EV.

Kolaborasi dengan JFIVER juga menunjukkan perkembangan ekosistem kendaraan listrik tidak berdiri pada satu sektor saja. Kemudahan akses layanan pun BFI utamakan.

Edukasi produk dan pengajuan pembiayaan dalam kolaborasi ini didukung jaringan kantor cabang BFI Finance di berbagai wilayah, termasuk Tangerang, Bintaro, Meruya, BSD, Jakarta Selatan, hingga Bandung.

Produsen kendaraan, pengguna, komunitas, perusahaan pembiayaan, dan berbagai penyedia layanan memiliki peran masing-masing dalam membangun ekosistem yang lebih matang.

Kegiatan seperti JFIVER Camping Journey 2026 akhirnya menjadi gambaran bahwa penggunaan mobil listrik mulai bergerak melampaui urusan teknologi kendaraan.

Mobil listrik turut membentuk komunitas, aktivitas bersama, dan kebutuhan finansial baru. Bagi konsumen, semakin beragamnya pilihan pembiayaan menjadi pertimbangan ketika merencanakan kepemilikan maupun kebutuhan dana dengan kendaraan listrik sebagai aset.

Sementara bagi industri, kedekatan dengan komunitas dapat menjadi cara untuk memahami arah perkembangan pasar EV dari perspektif pengguna secara langsung.

Dengan begitu, perjalanan komunitas JFIVER di Cikole bukan hanya tentang berkendara menuju lokasi. Ada interaksi dan kebutuhan baru yang menunjukkan ekosistem kendaraan listrik Indonesia terus berkembang, dengan komunitas sebagai salah satu penggeraknya. [dpid/TH]