DAPURPACUID – Persaingan sedan listrik di pasar otomotif Tiongkok semakin menarik. GAC Aion telah bersiap memperkenalkan model terbarunya, Ray 7, pada 12 November 2026.
Mobil listrik ini langsung mencuri perhatian berkat desain fastback, teknologi berkendara pintar Huawei, dengan banderol yang diklaim lebih terjangkau dibandingkan Xiaomi SU7.
Sebelumnya, GAC Aion telah membuka pemesanan awal Ray 7 sejak 17 Oktober 2026. Tersedia lima pilihan konfigurasi dengan harga pre-sale mulai 128.800 yuan hingga 158.800 yuan (US$19.200 – US$23.700).
Dari tampilan, Ray 7 mengusung bahasa desain baru dengan karakter bodi fastback sporty. Fascia depan mengandalkan konsep Quantum Star Ring, plus lampu LED memanjang dan logo merek iluminasi.
Desain bumper bagian bawah dibuat agresif melalui lubang udara berukuran besar, sementara koefisien hambatan anginnya tercatat hanya 0,22.
Dimensinya tergolong besar, dengan panjang 4.960 mm, lebar 1.900 mm, tinggi 1.455 mm, serta jarak sumbu roda 2.920 mm. Karakter sporty diperkuat gagang pintu semi-tersembunyi.

Sementara peranti lainnya meliputi pelek palang lima ganda, kaliper rem berkelir kuning, dan lampu belakang LED yang membentang di sepanjang buritan.
Sektor teknologi menjadi salah satu daya tarik utama. GAC Aion membekali Ray 7 dengan 27 sensor otomotif, termasuk LiDAR Huawei 192-line dan tiga radar gelombang milimeter 4D.
Sistem bantuan berkendara pintar ini menggunakan model berbasis teknologi Robotaxi Level 4 milik WeRide. Teknologi ini dirancang untuk membantu kendaraan menghadapi kondisi lalu lintas perkotaan.
Fitur lain mencakup parkir otomatis hingga kemampuan navigasi gerbang. Masuk ke kabin, pengemudi disuguhkan panel instrumen digital dan layar sentuh utama berukuran besar dengan desain mengambang.
Tersedia pula setir multifungsi tiga palang, jok bergaya sport, pengisian daya ponsel nirkabel, serta dua tempat penyimpanan minuman.
Untuk urusan performa, Ray 7 mengandalkan sistem penggerak listrik Super Electric yang memadukan Huawei DriveONE multi-in-one dengan modul manajemen termal 28-in-1 racikan GAC.

Kombinasi tersebut menghasilkan konsumsi energi berdasarkan standar CLTC sebesar 9,7 kWh per 100 km. GAC Aion menyediakan dua pilihan baterai lithium iron phosphate (LFP).
Varian pertama dilengkapi sel Inpow dengan jarak tempuh 530 km, sedangkan versi tertinggi memakai sel CATL dengan kemampuan mencapai 702 km berdasarkan pengujian CLTC.
Di luar peluncuran produk, performa penjualan GAC Aion juga menunjukkan tren positif. Sepanjang Oktober 2026 membukukan penjualan 42.357 unit, naik 56,79 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya dan naik 19,33 persen secara bulanan.
Kehadiran Ray 7 berpotensi memperketat persaingan sedan listrik premium di China, terutama melalui kombinasi teknologi berkendara pintar, efisiensi energi, dan harga yang kompetitif. [dpid/TH]



















