Dominasi Honda di Vietnam Mulai Goyah, VinFast Menggila!

DAPURPACUID – Posisi Honda sebagai penguasa pasar sepeda motor dunia selama puluhan tahun, dengan jumlah penjualan jutaan unit di dunia mulai menghadapi tantangan baru.

Kali ini, tekanan datang bukan dari sesama pabrikan motor bermesin bensin, melainkan dari meningkatnya popularitas kendaraan listrik roda dua yang mulai mengubah peta persaingan industri otomotif.

Vietnam jadi salah satu gambaran dari perubahan itu. Pasar sepeda motor di sana tengah mengalami pergeseran menarik, seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap motor listrik yang menawarkan alternatif mobilitas lebih ramah lingkungan.

Berdasarkan data penjualan nasional, sepanjang Januari hingga September 2026, total penjualan sepeda motor dan skuter di Vietnam melampaui angka 3 juta unit.

Jumlah ini meningkat 25,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Namun, pertumbuhan paling mencolok justru datang dari segmen kendaraan listrik.

Penjualannya melonjak 90,5 persen menjadi 973.247 unit. Artinya, hampir sepertiga dari seluruh motor baru yang terjual di Vietnam selama periode tersebut sudah menggunakan tenaga listrik.

Perubahan ini turut mengangkat posisi VinFast, dimana mereka mampu mencatat pertumbuhan penjualan fantastis 152,1 persen, sekaligus menempatkan merek di posisi kedua pasar sepeda motor nasional.

Sementara Honda masih mempertahankan posisi teratas dengan pertumbuhan penjualan 8,4 persen. Yamaha berada di peringkat ketiga, disusul Yadea yang juga dikenal sebagai pemain di industri kendaraan listrik roda dua.

Komposisi empat besar ini memperlihatkan persaingan yang makin menarik. Dua di antaranya adalah produsen kendaraan listrik, dan keduanya justru mencatat pertumbuhan jauh lebih agresif dibandingkan pabrikan konvensional.

Pergeseran ini tidak terlepas dari perubahan kebijakan transportasi di Vietnam. Pemerintah setempat tengah mendorong pengurangan polusi udara perkotaan, termasuk melalui rencana pembatasan motor berbahan bakar bensin.

Kebijakan yang berlaku di sejumlah wilayah Hanoi tersebut juga berpotensi mempercepat penerimaan kendaraan listrik sebagai moda transportasi harian ideal di sana.

Foto: Istimewa; Suasana lalu lintas di Vietnam.

Ditambah lagi pilihan produk yang semakin beragam, para konsumen kini memiliki lebih banyak alternatif untuk meninggalkan sepeda motor jenis konvensional.

Meski begitu, kondisi ini belum berarti Honda kehilangan dominasinya secara langsung. Pabrikan Jepang tersebut masih menjadi pemimpin pasar dengan volume penjualan yang besar.

Hanya saja, pertumbuhannya belum mampu mengimbangi ekspansi pesat para pemain kendaraan listrik. Situasi Vietnam menjadi sinyal penting bagi industri sepeda motor global.

Keunggulan teknologi mesin bensin yang selama ini jadi kekuatan utama pabrikan Jepang kini harus berhadapan dengan perubahan preferensi konsumen dan arah kebijakan pemerintah.

Honda masih punya modal besar guna mempertahankan posisi. Tapi, tantangan berikutnya bukan sekadar menjual lebih banyak motor, melainkan menentukan seberapa cepat mereka mampu beradaptasi dengan era elektrifikasi. [dpid/TH]