DAPURPACU – Empat tahun sudah Mitsubishi Xpander mewarnai pasar otomotif segmen low multi purpose vehicle (MPV) di Indonesia, sejak diluncurkan pertama kali pada 2017 silam.
Selama itu juga performa penjualannya di kelas tersebut, tak bisa dipungkiri, menjadi tulang punggung bagi PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI).
Dalam perjalanannya pun Xpander menjadi satu-satunya model yang mampu menggoyahkan supermasi pemegang penjualan terlaris di kelas low MPV, Toyota Avanza.
Begitu juga dengan rentetan prestasi lain yang telah diraih oleh Xpander, salah satunya penghargaan mobil terbaik pilihan Forum Wartawan Otomotif (Forwot) Indonesia.

Hingga kini, MMKSI mencatat populasinya sudah mencapai ratusan ribu beredar di pasaran. Tepatnya, mendekati angka 200.000 unit hingga Juli 2021.
Jumlah ini diklaim akan terus meningkat, seiring perpanjangan relaksasi pajak (PPnBM) 100% dari Pemerintah untuk Xpander.
Director of Sales & Marketing Division MMKSI, Tetsuhiro Tsuchida menuturkan, Indonesia telah didaulat oleh prinsipal Mitsubishi untuk menjadi pasar utama bagi Xpander.
Diproduksi lokal untuk memenuhi selera konsumen di Indonesia, lanjut Tsuchida, seiring perjalanan mobil tersebut juga sudah di ekspor ke 30 negara di dunia.

“Ke depannya rencana tidak akan berubah walau ada permintaan dari negara lain. Namun pengembangan produk ke depannya tetap diprioritaskan Indonesia,” imbuhnya, dalam keterangan resmi.
Tak bisa dipungkiri, ragam faktor yang membuat Xpander terus diterima oleh konsumen di Tanah Air. Pertama adalah desain yang kokoh dan stylish
Sebagai informasi, MMKSI menyediakan tujuh varian Xpander mulai dari tipe GLS manual dengan banderol Rp237,9 juta hingga tipe teratas Ultimate Rp278,9 juta.
Langkah jitu MMKSI demi menjawab keinginan konsumen untuk mempertegas tampilan Xpander semakin mewah, dihadirkanlah varian edisi khusus yakni Rockford Fosgate Black Edition.

Mitsubishi Xpander termasuk Xpander Cross dibekali mesin empat silinder MIVEC DOHC 16 valve, berkapasitas murni 1.499 cc. Konfigurasi ini menghasilkan tenaga 104 PS dan torsi puncak 141 Nm pada putaran 4.000 rpm.
Sejumlah fitur keamanan juga disusupkan, diantaranya rangka bodi RISE (Reinforced Impact Safety Evolution) yang mampu meredam benturan, pengereman ABS, lalu HSC (Hill Start Assist) agar mobil tidak mundur saat tanjakan.
Ada pula fitur ASC (Active Stability Control) yang membantu pengemudi mengurangi terjadinya kondisi understeer atau pun oversteer saat menikung.
Berikutnya adalah fitur ESS (Emergency Stop Signal), yang secara otomatis lampu hazard menyala sebagai tanda bahaya, saat terjadi rem mendadak. [dp/MTH]















