182 Ribu Personel Disiapkan Buat Operasi Ketupat 2019

Kakorlantas Polri Irjen Refdi Andri meminta pembatasan truk barang meintasi Tol Trans Jawa untuk diperpanjang dalam 1-2hari ke depan.

JAKARTA (DP) – Langkah persiapan jelang menyambut arus mudik-balik Lebaran 2019, Korps Lalu Lintas Kepolisian RI (Korlantas Polri) telah menyiapkan sejumlah personel gabungan untuk kegiatan Operasi Ketupat 2019.

Kakorlantas Polri Irjen Refdi Andri menyebut pihaknya akan menerjunkan sekitar 182 ribu personel, dan dari jumlah tersebut 60% personel akan difokuskan di wilayah Pulau Jawa, seperti dilansir NTMC Polri.

“Perkuatan kita seluruh Indonesia 182 ribu dengan mitra kerja kita, TNI, Kemenhub, Dinas Perhubungan, dan lain-lain,” ucap Refdi, disela pengecekan kelayakan Tol Fungsional Terbanggi Besar – Pematang Panggang, Lampung Selatan.

Dari komposisi personel, lanjut Refdi, sisanya yaitu 20 persen di Indonesia bagian tengah sampai timur, 20 persen lagi dari Lampung ke Aceh (Sumatera).

Kakorlantas Polri Irjen Refdi Andri

Refdi mengakui memang mayoritas penduduk Indonesia berada di Jawa, sehingga diberi personel lebih dibandingkan dengan daerah lain. Termasuk jumlah kendaraan bermotor. Sekitar 60 persen kendaraan motor di Indonesia ada di Pulau Jawa.

Baca juga:  Donasi Hino Dutro 4x4 Untuk Pemulihan Korban Bencana Alam di Sigi

“Kendaraan formasi juga seperti itu. Sekitar 120 juta kendaraan yang teregister 60 persen juga di Jawa,” ucap Refdi, sembari berujar seluruh personel mulai bergerak pada arus mudik-balik Lebaran tahun ini.

Terkait kegiatan Operasi Ketupat, Refdi menuturkan bakal dilakukan selama 13 hari, yaitu mulai 29 Mei hingga 10 Juni.

Sebagai informasi, Pemerintah telah menetapkan libur nasional dimulai pada 30 Mei dan 1 Juni, serta 5-6 Juni sebagai Hari Raya Idul Fitri. Kemudian cuti bersama pada 3,4 dan 7 Juni.

Lebih lanjut, Korlantas Polri melihat berdasarkan pengalaman setiap tahunnya bahwa volume kendaraan dan pergerakan arus mudik serta arus balik meningkat pada H-3 Lebaran dan H+3 setelahnya.

“Ini berarti pada 31 Mei, kemudian tanggal 1 dan 2 Juni menjadi atensi kami semua perangkat-perangkat operasi, demikian juga pada saat baliknya. Syukur-syukur 10 Juni semua yang bekerja sudah bisa masuk bekerja,” tandasnya. [dp/MTH]