Bukan Sekadar Hybrid, Toyota Corolla Kini Siapkan Versi EV

DAPURPACUID – Toyota mulai mempersiapkan perubahan besar untuk lini penyumbang penjualan terbesarnya Corolla, dengan perubahan besar terutama dari jantung pacunya.

Setelah enam dekade, generasi terbarunya diproyeksikan hadir dengan pilihan teknologi elektrifikasi yang lebih lengkap, termasuk dirilisnya versi listrik murni.

Kehadiran Toyota Corolla Cross EV mulai terendus setelah sebuah unit berbalut kamuflase tertangkap kamera sedang melintas di sekitar kantor pusat dan pusat pengembangan Toyota di Eropa.

Penampakan yang diduga sebagai Corolla Cross EV tersebut menjadi indikasi bahwa pengembangan model elektrifikasi Toyota telah memasuki tahap pengujian di jalan raya. Mobil ini memperlihatkan sejumlah perbedaan dibandingkan dengan model sebelumnya.

Bagian depan terlihat menggunakan gril tertutup, sementara desain bodi mengusung karakter lebih modern. Identitas Corolla masih terlihat lewat emblem besar di bagian belakang.

Toyota sebelumnya telah memperkenalkan Corolla Concept di ajang Japan Mobility Show. Konsep ini memperlihatkan arah desain baru yang jauh berbeda dari generasi terdahulu, dengan siluet lebih dinamis dan karakter menyerupai mobil sport.

CEO Toyota, Koji Sato, pernah menegaskan bahwa Corolla harus tetap menjadi kendaraan yang bisa digunakan di berbagai kalangan masyarakat.

“Baik itu kendaraan listrik bertenaga baterai, hybrid plug-in, hybrid, atau kendaraan bermesin pembakaran internal—apa pun sumber tenaganya—mari kita buat mobil-mobil yang tampak bagus dan ingin dikendarai oleh semua orang,” imbuhnya.

Pernyataan itu sekaligus mempertegas strategi Toyota untuk tidak terpaku pada satu jenis teknologi penggerak. Generasi Corolla mendatang dikabarkan akan menggunakan platform multipathway terbaru.

Platform ini mampu mengakomodasi mesin bensin, hybrid, plug-in hybrid, hingga baterai listrik. Untuk versi EV, Toyota diprediksi menawarkan konfigurasi motor tunggal maupun ganda dengan jarak tempuh minimal sekitar 402 km.

Meski begitu, pabrikan belum mengumumkan kapasitas baterai maupun spesifikasi resmi sistem penggeraknya. Sementara pilihan hybrid disebut akan mengandalkan mesin bensin empat silinder berkapasitas 1,5 liter, dipadukan motor listrik.

Tenaganya diperkirakan mencapai 134 hp, dengan efisiensi bahan bakar 10 hingga 20 persen lebih baik dibandingkan generasi Corolla saat ini.

Dari sisi produksi, laporan Nikkei menyebut Toyota menargetkan produksi generasi terbaru Corolla mulai 2028 melalui kerja sama dengan FAW Group di China. Namun, jadwal tersebut belum menjadi pengumuman resmi perusahaan.

Toyota sendiri belum memastikan negara mana saja yang akan mendapatkan Corolla EV. Peluncuran perdana generasi terbarunya diperkirakan berlangsung pada 2027, sebelum memasuki tahap produksi berikutnya.

Transformasi ini menjadi langkah penting Toyota mempertahankan posisi Corolla di tengah persaingan kendaraan elektrifikasi yang makin ketat, terutama dari produsen otomotif China. [dpid/TH]