Ini Saran Hino Saat Mulai Menggunakan Biodiesel B20


JAKARTA (DP) – PT Hino Motors Sales Indonesia (HMSI) mengklaim bahwa seluruh produk truk miliknya siap mengonsumsi bahan bakar Biodiesel 20% atau B20, seperti yang telah diberlakukan oleh Pemerintah mulai 1 September lalu.

Beragam pengujian pun telah dilakukan sebelum nantinya pemilik armada truk Hino membenamkan bahan bakar tersebut ke dalam tangki BBM. Hasilnya, mesin Hino khususnya yang mengusung teknologi common rail telah lulus uji Balai Thermodinamika Motor dan Propulsi (BTMP-BPPT).

Pengetesan yang dilakukan tergolong ekstrem, dimana mesin selama 400 jam terus aktif dengan beban penuh pada putaran mesin maksimum yaitu 2.500 rpm selama 8 jam/hari.

Hasil ini tidak terlepas dari spesifikasi komponen khusus yang dibenamkan untuk mengonsumsi bahan bakar B20. Seperti pada bagian Fuel Tank dilapisi oleh Chrome dan Stannum-Zync, yang mampu menghambat laju korosi menjadi lebih lama.

Selain itu, pipe filler juga dilapisi material yang dapat mencegah terjadinya endapan pada dinding pipa, serta adanya Diamond Like Carbon coating pada injector menambah kekuatan injector untuk tahan terhadap gesekan.

Hasilnya, truk Hino baik itu New Generation Ranger, New Dutro dan Hino Bus sudah siap dan Hino mendukung upaya pemerintah dalam meminimalisir impor solar dan penghematan devisa dengan penggunaan bahan bakar nabati dari kelapa sawit.

Meski begitu, Hino mengimbau konsumennya untuk sering melakukan pengecekan kendaraannya. Ganti filter bawah setiap 10.000 KM, bersihkan tangki bahan bakar setiap 3 bulan, dan tidak menggunakan bahan bakar lebih dari 3 bulan pengisian (jika kendaraan tersebut tidak beroperasi).

Kandungan air yang ada pada biodiesel cukup tinggi untuk itu pengurasan air yang ada di pre-fuel filter juga perlu dilakukan secara berkala pada bagian water separator (sedimentor) yang terdapat pada semua kendaraan Hino.

“Dengan pengunaan bahan bakar B20, diharapkan pengusaha maupun pengemudi truk melakukan kontrol dan perawatan yang lebih rutin. Ini dibutuhkan untuk mencegah atau meminimalisir penyumbatan filter, sehingga kondisi kendaraan tetap terjaga dan bisnis dapat terus berjalan,” tutup Santiko Wardoyo, Direktur Penjualan dan Promosi HMSI. [dp/MTH]