Bocah ini Boyong Sketsa Mobil Impiannya ke Jepang

Damion Deven - Global Finalis yang menjadi perwakilan anak Indonesia untuk TDCAC Global di Jepang.

JAKARTA (DP) – Damion Deven akhirnya bakal mewakili Indonesia pada ajang Toyota Dream Car Art Contest (TDCAC) Global di Jepang. Bocah 10 tahun ini mampu memukau para juri dengan goresan tangan mungilnya untuk mobil impiannya kelak.

Selain itu, Damion juga berhasil menjadi juara nasional untuk kategori usia 8-11 tahun pada ajang tersebut. Pada Agustus 2019 nanti, Damion akan diterbangkan ke Jepang guna menghadiri Global Ceremony.

Dirinya akan membawa nama Indonesia, dan bertarung dengan para pemenang TDCAC dari berbagai belahan dunia lainnya. Dare Duck Car, karya mobil impian Damion, terinspirasi dari kondisi masyarakat Indonesia di pedalaman yang tak bisa ke sekolah.

Kendaraan ini dipergunakan khususnya ketika kondisi infrastruktur rusak. Mobil tersebut diklaimnya bisa mengarungi jalan darat, perairan dan juga dapat terbang.

Angela Waiman, peraih Best Indonesian Theme di ajang TDCAC Indonesia 2019.

“Saya melihatnya di televisi, saya kasihan mereka tak bisa sekolah ketika jembatan dan jalan rusak. Karena itu saya memimpikan mobil yang bisa mengatasi semua itu,” kata Damion seperti dikutip Kumparan.

Baca juga:  Resmi Meluncur, All New Corolla Altis Tidak Lagi 'Dilebeli' Sedan Kompak

Salah satu juri, Anto Motulz, mengatakan bahwa ide-ide para finalis termasuk Damion lahir secara alamiah dan original. Di atas sketsa, ada banyak cerita dan mimpi di dalamnya. Dan inilah yang menurut Anto membuatnya menjadi istimewa.

“Toyota ingin sekali memancing anak anak, lupakan teknis hanya ide saja, dan ini menarik karena core-nya ada di imajinasi dan berpikir kreatif, di mana ini sangat langka di Indonesia,” tutur praktisi di bidang gambar dan perwakilan dari Majalah Bobo tersebut.

Ajang TDCAC merupakan inisiatif dari Toyota Global, yang digagas langsung oleh Akio Toyoda, bertujuan untuk merangsang kreativitas anak-anak usia sekolah, untuk berbagi ide mengenai mobilitas masa depan dengan cara menggambar mobil impiannya.

Sejak digulirkan pertama kalinya pada 2004, penyelenggaraan tahun ini merupakan kali ke-13. TDCAC mendorong anak-anak Indonesia agar tidak takut bermimpi karena dengan bermimpi dapat memacu proses kreativitas dan membuat mereka mempunyai harapan yang lebih baik di masa depan.

Baca juga:  Toyota Indonesia Tunjukkan Ragam Kendaraan Elektrifikasi di IEMS 2019

Yoshihiro Nakata, Presiden Direktur Toyota Astra Motor (TAM) mengatakan ingin terus menunjukkan dukungan besar terhadap pengembangan bakat seni dan kreativitas generasi muda, yang salah satunya melalui TDCAC ini.

“Toyota berkomitmen tak hanya pada pengembangan bisnis, tapi memiliki kepedulian terhadap lingkungan, pendidikan, keselamatan berkendara dan pengembangan pemberdayaan masyarakat,” ucapnya lebih lanjut.

Sudah tujuh kali Indonesia terjun dalam kontes ini, yaitu pada 2008, 2011, 2012, 2015, 2016, 2017 dan 2018. Pada 2017 dan 2018, perwakilan Toyota Indonesia berhasil meraih Best Engineering Award.

Pada 2017, Faisal Fatahillah meraih Best Engineering Award dengan karya berjudul “Note Car”. Sementara di 2018, Xylone Margareth Andariska, dianugerahi Best Engineering Award untuk karya berjudul “Alphabet Car”.

Istimewanya, karya gambar anak-anak Indonesia dibuatkan mock-up (miniatur diorama) kendaraan oleh Toyota Motor Corporation.

“Melalui program ini, diharapkan dapat mendorong anak-anak Indonesia untuk meningkatkan kreativitas dan keterampilan menggambar, serta menumbuhkan kesadaran mereka akan pentingnya pelestarian lingkungan,” pungkas Nakata. [dp/MTH]